MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mulai mengeksekusi salah satu program prioritas berupa pembagian seragam gratis kepada para peserta didik, paling lambat 14 Juli mendatang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Bukti Djufri menerangkan, distribusi seragam gratis itu rencananya akan diberikan ke siswa baru menjelang tahun ajaran baru 2025/2026.
“Kami menargetkan, seluruh seragam telah selesai didistribusikan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli mendatang,” terangnya.
Lebih jauh dikemukakan, untuk membuat seragam gratis bagi anak sekolah, sebanyak 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberdayakan.
Untuk merealisasikan program ini, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,49 miliar. Anggaran tersebut diambil dari hasil efisiensi sejumlah program yang direncanakan di APBD Pokok 2025.
“Jadi untuk tahap awal ini, Rp11,49 miliar disiapkan untuk merealisasikan program pemberian seragam gratis bagi anak sekolah. Tahap awal ini, akan dibagikan kepada siswa baru yang akan masuk SD maupun SMP,” tambah lelaki yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar.
Lebih jauh disampaikan, para pelaku UMKM yang akan memproduksi seragam gratis dikoordinir 52 ketua kelompok. Mereka nantinya yang akan melakukan transaksi melalui e-katalog dan pendaftaran lewat website.
Para ketua kelompok ini bertanggung jawab mendaftarkan para penjahit yang mereka bawahi dan melakukan pembelian melalui e-Katalog sesuai jumlah siswa yang akan menerima seragam.
“Untuk mendukung pemberdayaan pelaku UMKM lokal, pemerintah Kota Makassar meluncurkan program pengadaan seragam sekolah yang dijahit langsung oleh para pelaku UMKM lokal di Kota ini,” terang Andi Bukti.
Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) itu, program ini bukan hanya menekan biaya melalui efisiensi anggaran, tetapi juga memutus ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.
Adapun total seragam yang dibagikan kepada sebanyak 33 ribu siswa dari 314 SD dan 55 SMP akan menerima dua pasang seragam yang seluruhnya dijahit oleh tangan-tangan warga Makassar sendiri.
“Adapun seragam akan didistribusikan kepada sekitar 33 ribu siswa dari 314 SD dan 55 SMP, dengan total dua pasang seragam per siswa, sehingga keseluruhan mencapai 66 ribu pasang seragam,” tambahnya.
Andi Bukti program ini bukan sekadar bantuan, melainkan tekad Appi-Aliyah agar setiap anak di Makassar bisa menatap masa depan melalui pintu sekolah — setara, percaya diri, dan penuh semangat.
Menurutnya, dengan adanya program ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mendorong semangat belajar para siswa di lingkungan pendidikan dasar.
Ditambahkan, ini adalah bentuk kepedulian pemerintah Kota terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda. Appi-Aliyah ingin memastikan tidak ada anak yang terhalang sekolah hanya karena tidak memiliki seragam atau perlengkapan.
“Program ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya para orang tua siswa, yang merasa terbantu dengan adanya bantuan peralatan Sekolah untuk mengurangi beban keluarga,” tandasnya. (rhm)
