MAKASSAR, BKM–Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar menunjukkan komitmen politiknya dalam mendukung sekaligus mengawasi kebijakan strategis Pemerintah Kota Makassar.
Salah satunya adalah program seragam sekolah gratis yang digulirkan Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi.
Bendahara Fraksi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi D, Rezeki Nur, menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga distribusi kepada siswa SD dan SMP negeri di Makassar.
”Kami tidak akan diam. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara rutin agar program ini berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegasnya, Selasa (3/6).
Sikap tegas PKS ini memperlihatkan bagaimana partai berbasis keumatan tersebut memainkan peran aktif dalam mengawal kebijakan publik, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.
Lebih lanjut, Rezeki mendorong SKPD terkait untuk bekerja secara transparan dan profesional, khususnya dalam hal pendataan penerima manfaat dan pelibatan pelaku usaha lokal dalam proses produksi seragam.
”Kami ingin pastikan data siswa penerima sudah akurat, begitu pula pelaku UMKM penjahit lokal yang dilibatkan. Jangan sampai ada pihak yang tertinggal atau tak terakomodasi,” jelasnya.
Rezeki juga menggarisbawahi bahwa Komisi D akan turun langsung ke lapangan, menyerap aspirasi masyarakat serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program. Menariknya, dalam pernyataannya, Rezeki tidak hanya bersikap kritis sebagai anggota dewan, tetapi juga menyatakan dukungannya terhadap arah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Ia menyebut program ini sebagai langkah progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Ini program yang menyentuh. Keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah akan sangat terbantu. Ini bukti hadirnya negara di tengah rakyat,” ungkapnya.
Ia juga menilai, keberpihakan program ini tidak hanya pada siswa, tetapi juga pada pelaku UMKM lokal yang diberdayakan sebagai mitra produksi. Menurutnya, program ini menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan pendidikan dapat berdampak ganda pada penguatan ekonomi masyarakat. (ita/rif)

