Site icon Berita Kota Makassar

Pameran Pendidikan Fitrah TK/KB Islam Thoriqul Jannah: Menyemai Fitrah, Menatap Indonesia Emas 2045

SINJAI, BKM–Di tengah gempuran modernisasi dan derasnya arus teknologi, TK/KB Islam Thoriqul Jannah Sinjai tetap setia menanamkan nilai-nilai keimanan dan fitrah kepada generasi masa depan. Sabtu (14/6/2025), sekitar 200 anak didik bersama orang tua memadati Auditorium Andi Azikin, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, dalam gelaran istimewa bertajuk “Pameran Pendidikan Fitrah Anak Usia Dini”.

Dengan mengusung tema “Menyemai Fitrah, Cerahkan Masa Depan Menuju Indonesia Emas”, acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan dalam mempersiapkan pondasi kehidupan anak usia dini, bukan sekadar cerdas secara intelektual, tapi kuat secara spiritual, emosional, dan sosial.

Kepala TK/KB Islam Thoriqul Jannah, Deska Triati, S.S, M.Pd, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya sekadar pengajaran, tetapi pengasuhan fitrah yang sesuai dengan panduan ilahi.

“Usia 0-7 tahun adalah fase raja kecil, masa krusial merawat dan menumbuhkan potensi dasar anak sebagaimana fitrah yang Allah tanamkan. Rumah, sekolah, dan lingkungan harus bersinergi membentuk pondasi kokoh dalam jiwa mereka,” ungkapnya.

Pendidikan fitrah di TK/KB Islam Thoriqul Jannah meliputi penanaman fitrah keimanan, fitrah individualitas, fitrah rasa dan bahasa, serta fitrah jasmani dan psikomotorik, semua sebagai bekal agar kelak anak mampu menjalankan perannya sebagai khalifatullah fil ardh.

Pameran ini juga menjadi refleksi bagi para orang tua: bahwa hasil pendidikan fitrah tidak terlihat instan, tetapi tumbuh perlahan seperti pohon yang baik, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ibrahim ayat 24:

“Kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit”

Melalui ilustrasi pohon, bangunan, dan ragi dalam roti, pihak sekolah menggambarkan bahwa pendidikan sejati bekerja dalam senyap. Yang kokoh tak selalu terlihat, namun menjadi penopang seluruh bangunan karakter anak di masa depan.

Acara ini tidak sekadar seremonial. Setiap stand dalam pameran menampilkan capaian-capaian anak didik dari sisi pengasuhan fitrah. Orang tua diajak menjadi bagian dari proses, bukan sekadar penonton.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak bisa lahir dari anak-anak yang sekadar pandai, tapi dari anak-anak yang ditumbuhkan fitrahnya sejak dini,” tambah Deska.

Suasana haru dan bangga menyelimuti auditorium. Anak-anak tampil percaya diri menunjukkan kreativitasnya, sementara orang tua menyimak dengan mata berbinar. Di sinilah fondasi bangsa sedang dibentuk, bukan dari bangunan beton, melainkan dari jiwa-jiwa kecil yang diasuh penuh cinta.

Exit mobile version