Site icon Berita Kota Makassar

Andi Utta Kunjungi Sejumlah Distrik

BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengunjungi sejumlah distrik selama kunjungannya di Korea Selatan dan Tiongkok baru-baru ini. Andi Muchtar Ali Yusuf bersama koleganya Machmud Ahmad mengunjungi perusahaan pertanian berteknologi tinggi Gapyeong Agricultural Technology Center di Provinsi Gyeonggi, Korsel, Jumat (13/6).

Gapyeong Agricultural Technology Center merupakan perusahaan pemerintah yang berfungsi sebagai pusat pelatihan dan panduan teknis pertanian. Perusahaan ini juga mendistribusikan benih unggulan, bibit sehat, dan pupuk organik, serta mengembangkan teknologi pertanian modern dan tata kelola pertanian ramah lingkungan.

“Di kunjungan ini, kami diajak melihat langsung mekanisme kerja di laboratorium, dan pabrik pupuk organiknya,” ujar Andi Utta.
Bupati Andi Utta melakukan kunjungan ke beberapa distrik di Korea Selatan dan bertemu dengan pimpinan daerah untuk melakukan penjajakan Sister City, atau juga dikenal sebagai kota kembar. Kota kembar adalah kerjasama formal antara dua kota yang berada di negara yang berbeda, bertujuan untuk memperkuat hubungan budaya, pendidikan, sosial, pertanian dan ekonomi.

Hubungan ini sering kali dilandasi oleh kemiripan karakteristik antara kedua kota, seperti sejarah, geografis, atau demografi. Misi inilah yang bupati berlatar pengusaha ini upayakan agar Bulukumba bisa menerapkan pertanian modern melalui kerjasama dengan beberapa distrik di Korea Selatan yang pertaniannya sudah dikelola dengan teknologi modern. Diketahui Korea Selatan Selatan telah berhasil melakukan transformasi signifikan dalam pertanian komoditas padi yang beralih dari pola tradisional ke modern. Keunggulan dari pendekatan modern ini antara lain:
Di Korea Selatan telah mengembangkan dan mengadopsi varietas padi unggul, seperti varietas Tongil pada tahun 1983-an, yang berhasil membawa pencapaian swasembada beras dalam waktu singkat. Varietas ini menghasilkan produktivitas per hektar yang lebih tinggi. Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, seperti traktor, mesin tanam, dan mesin panen, sangat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Hal ini meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, serta mempercepat proses produksi dari hulu ke hilir.

Smart Farming (Pertanian Cerdas): Penerapan teknologi IoT (Internet of Things) dan big data memungkinkan pemantauan kondisi lahan, cuaca, dan tanaman secara real-time. Ini memungkinkan petani untuk mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai irigasi, pemupukan, dan pengendalian hama, sehingga meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian.

Di kawasan perkotaan yang lahannya terbatas, Korea Selatan mulai memperkenalkan metode vertikultur untuk memastikan pasokan sayur segar dengan jejak karbon minimal. Meskipun lebih banyak diterapkan pada sayuran, konsep ini menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan lahan secara maksimal.
Manajemen Sumber Daya yang Optimal: Sistem Pengelolaan Air Cerdas: Korea Selatan mengembangkan sistem pengelolaan air sawah yang tidak hanya mengurangi emisi metana, tetapi juga menghemat penggunaan air. Sistem ini memantau tingkat air dan mengumpulkan data iklim serta data tanah untuk optimalisasi.

Penelitian dan penggunaan pupuk yang lebih efisien, termasuk pupuk organik dan pupuk silikat, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menekan emisi gas metana. Inovasi dalam mengolah pupuk kandang menjadi biochar menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon di sektor pertanian dan peternakan. Pemerintah Korea Selatan secara konsisten mendukung riset dan pengembangan di bidang pertanian, termasuk pengembangan benih unggul dan teknologi pertanian modern. (ful)

Exit mobile version