SINJAI,BKM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang inklusif. Tahun ini, bantuan perlengkapan sekolah akan disalurkan untuk siswa baru jenjang SD dan SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Bantuan ini menjadi bagian dari program RAMAH Pendidikan yang fokus pada pemerataan akses pendidikan. Perlengkapan yang diberikan mencakup seragam sekolah, tas, topi, dasi, dan alat tulis.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Tujuannya jelas: tidak boleh ada anak Sinjai yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membeli perlengkapan.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan bahwa program ini tetap diprioritaskan meski anggaran pemerintah pusat mengalami penyesuaian.
“Meski ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kami tetap menjadikan program ini sebagai prioritas. Karena kami percaya bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun masa depan daerah yang lebih baik,” ungkap Ratnawati, Kamis (19/06/2025).
Ratnawati menambahkan, bantuan ini bukan sekadar solusi sesaat, tapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami percaya pendidikan adalah jalan terbaik membangun masa depan. Maka ini bukan hanya bantuan, tapi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang,” tegasnya.
Di sisi teknis, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, memastikan bahwa bantuan disalurkan secara selektif. Hanya siswa dari keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang akan menerima manfaatnya.
“Data DTKS menjadi acuan utama kita untuk memastikan bantuan ini benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkab Sinjai berharap bisa menghapus hambatan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan meningkatkan semangat belajar siswa dan mendukung perencanaan pendidikan yang lebih merata.
