MAKALE, BKM — Kasus pencurian di lima gereja dan pendirian musollah di Obwis Burake belum kunjung selesai hingga membuat dua organisasi mahasiswa — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tana Toraja dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja, demo di Mapolres Tana Toraja baru-baru ini.
Aksi mahasiswa bentuk keprihatinan dan desakan kepada aparat penegak hukum serius mengusut kasus pencurian di lima gereja di Tana Toraja dan empat di Toraja Utara. Puluhan massa silih berganti orasi di Mapolres Tana Toraja gunakan seragam almamaternya mendapat pemgawalan ketat dari aparat kepolisian.
Orasinya mahasiswa kutuk tindakan pencurian di rumah ibadah ditangani secara serius kepolisian.
“Sudah sembilan gereja menjadi korban pencurian, namun belum ada kejelasan dari pihak kepolisiann siapa pelakunya, kami sesalkan kejadian ini, terang Jenlap Yoben Sampe.
Selain kasus pencurian, massa juga menyoroti pendirian Mushollah di obwis kawasan Patung Yesus Burake. Ikon wisata rohani umat Kristen di Buntu Burake dinilai tidak tepat pendirian rumah ibadah baru dengan pertimbangan aspek harmonisasi antarumat beragama dan kearifan lokal.
“Kami tidak menolak toleransi, namun proses perencanaan pendirian tempat ibadah di kawasan beridentitas keagamaan perlu dikomunikasikan secara terbuka ke masyarakat lokal,” katanya.
Sebelum bubar pengunjuk rasa menyerahkan pernyataan tuntutan sikap kepada Polres Tana Toraja meminta segera dilakukan klarifikasi terbuka serta langkah nyata menuntaskan kasus mereka soroti. (gus/D)

