MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Kota Makassar, H. Jufri Pabe, menegaskan sikap politiknya untuk tidak hanya menjadi wakil rakyat yang hadir di tengah masyarakat saat masa kampanye atau reses semata.
Untuk itu, H Jufri Pabe mengkritik keras praktik politik yang hanya berhenti pada janji, tanpa ada realisasi nyata.
Pernyataan itu disampaikannya di hadapan warga Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Senin (23/6), saat merespons berbagai keluhan seputar jalan rusak, penanganan sampah, dan ketidakjelasan program bantuan.
”Kalau saya sudah datang ke sini dan melihat langsung, maka itu adalah janji saya untuk memperjuangkan. Saya tidak akan datang hanya untuk mendengar tanpa ada tindak lanjut,”tegas Jufri.
Salah satu sorotan tajam Jufri adalah soal program sampah gratis yang dinilai membingungkan warga. Program tersebut disinyalir hanya jadi alat kampanye, namun realisasinya lambat dan tak transparan.
”Jangan hanya menjanjikan sampah gratis saat kampanye. Kalau betul program ini untuk rakyat, jalankan dengan mekanisme yang jelas. Jangan buat warga bingung hanya karena persoalan data KWH listrik,”kritiknya.
Anggota Komisi C DPRD Makassar mempertanyakan mengapa pendataan daya listrik rumah tangga untuk program ini justru dibebankan ke tingkat kelurahan, sementara dinas terkait seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup) belum menunjukkan kejelasan pelaksanaan di lapangan.
Lebih lanjut, Jufri menyatakan bahwa politik anggaran yang diperjuangkan di DPRD harus betul-betul menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat, seperti betonisasi jalan lingkungan dan perbaikan drainase.
”Kalau warga sudah berkali-kali mengusulkan, tapi tak juga masuk prioritas anggaran, berarti ada yang salah di sistem kita. Saya pastikan usulan jalan beton di Masale akan saya bawa dalam pembahasan anggaran,”tegasnya.
Ia juga mengkritisi rendahnya daya serap terhadap aspirasi warga dari dinas teknis. Menurutnya, banyak data dan usulan yang tidak pernah ditindaklanjuti, padahal sudah disampaikan berulang kali lewat jalur resmi.
Jufri menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin hanya dikenal sebagai politisi yang datang menjelang pemilu. Ia ingin dikenang sebagai wakil rakyat yang mengawal aspirasi hingga tuntas.
”Politik bukan soal seremonial. Ini soal tanggung jawab. Saya tidak akan datang lagi ke tempat ini kalau saya tidak bisa membawa hasil dari apa yang kita bicarakan hari ini,”ujarnya. (ita/rif)

