Site icon Berita Kota Makassar

Produk Daur Ulang di Gelar Karya P5 SD Inpres Kelapa Tiga I

Oplus_131074

MAKASSAR, BKM — Unit Pelaksana Teknis Satuan Pendidikan Formal (UPT SPF) SD Inpres Kelapa Tiga I Makassar melaksanakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan yang mengusung tema Kearifan Lokal, Kewirausahaan dan Gaya Hidup Berlanjutan ini diselenggarakan di halaman sekolah, Selasa (24/6).

Kepala SD Inpres Kepala Tiga I Hj. Nahidha Mallapiang, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan bahwa P5, kearifan lokal, kewirausahaan, dan gaya hidup berkelanjutan adalah tiga tema yang saling berkaitan.
Kearifan lokal menjadi dasar dalam memahami dan menghargai budaya serta potensi daerah. Kewirausahaan mendorong siswa untuk berinovasi dan menciptakan solusi berbasis potensi lokal. Sementara gaya hidup berkelanjutan menekankan pentingnya tindakan ramah lingkungan dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya.

”Ketiga tema ini terintegrasi untuk membentuk profil pelajar Pancasila yang berkarakter, berwawasan luas, dan siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. P5 menekankan pentingnya memahami dan menghargai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya. Ini bisa berupa tradisi, pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Hj Nahidha.
Melalui pemahaman kearifan lokal, lanjut Hj. Nahidha, siswa dapat mengembangkan rasa cinta tanah air dan memperkuat identitas bangsa.

Kewirausahaan dalam P5 bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entreprenuer pada siswa. Mereka didorong untuk menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif, serta mengembangkan produk atau layanan yang memiliki nilai ekonomis dan sosial. Juga melatih siswa untuk berpikir kritis, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam tim.

Tema ini mengajak siswa untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan masyarakat. Siswa belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, menghemat sumber daya alam, serta menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan.
”Kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan produk atau layanan yang inovatif dan berkelanjutan. Misalnya, memanfaatkan bahan baku lokal yang ramah lingkungan untuk menciptakan produk unggulan,” terangnya.

Kewirausahaan dapat menjadi sarana untuk menerapkan prinsip-prinsip gaya hidup berkelanjutan, dengan menciptakan produk daur ulang atau bisnis yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
Gaya hidup berkelanjutan dapat didukung oleh pemanfaatan kearifan lokal dan pengembangan jiwa kewirausahaan, dengan memilih produk lokal yang ramah lingkungan dan mendukung usaha kecil menengah yang berkelanjutan.

Dalam Gelar Karya yang dilaksanakan, anak didik menampilkan produk-produk hasil kreasi siswa dengan tema kearifan lokal, kewirausahaan, dan gaya hidup berkelanjutan. Mereka juga dapat terlibat dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, pengembangan produk berbasis kearifan lokal, atau kegiatan kewirausahaan yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, guru dapat mengintegrasikan ketiga tema ini dalam berbagai mata pelajaran, sehingga siswa dapat memahami keterkaitan antar tema dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
”Dengan mengintegrasikan kearifan lokal, kewirausahaan, dan gaya hidup berkelanjutan, P5 diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan peduli terhadap lingkungan serta masa depan bangsa,” kata Hj. Nahidha Mallapiang. (rls)

Exit mobile version