MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku Anggota Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) RI Hj Meity Rahmatia mengemukakan bila empat pilar adalah landasan penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, keadilan dan pembangunan nasional. “Empat pilar yakni Pancasila sebagai dasar dan idiologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi serta ketetapan MPR NKRI sebagai bentuk negara Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,”ucap Meity Rahmatia ketika melakukan sosialisasi empat pilar di Hotel Swis Bel In Panakkukang, Makassar, Rabu (25/6)
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Makassar merupakan kerjasama MPR RI dengan menghadirkan Wakil Ketua MPR RI
Muhammad Haeruddin Amin dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Selain Meity Rahmatia dan Wakil Ketua MPR RI juga ada lima orang Anggota MPR RI lainya ikut menyampaikan pandangan soal empat pilar masing-masing dari legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra dan Nasdem, serta akademisi dari Unhas Dr Sakka Pati.
Meity yang juga Anggota DPR RI ini juga mengaku memiliki kewajiban untuk terus memperkenalkan Pancasila sebagai empat pilar. “Memang kewajiban kita bersama kalau dulu itu di zaman sekolah namanya pelajaran PMP dan sebagainya nah ini semenjak saya di MPR RI baru saya merasakan betapa pentingnya kita mempelajari empat pilar ini. Kalau kita hayati kita dalami makna Pancasila ini itu sangat sesuai dengan ajaran agama yang kita yakini, baik itu Islam, nasrani dan lainnya semua sudah terkait di dalamnya”jelas Meity.
Meity menyampaikan juga rasa bangga karena para anggota dan pimpinan MPR RI meluangkan waktunya ke Makassar guna menjaga NKRI dan kedaulatan yang merupakan tanggung jawab sebagai perwakilan rakyat.
“Kami juga sangat apresiasi antusias masyarakat untuk hadir dari enam kabupaten kota, juga ada utusan-utusan sekolah yang hadir . Alhamdulillah sosialisasi empat pilar MPR ini termasuk salah satu hal momen yang sangat penting ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap para peserta yang hadir dapat mendapatkan pencerahan soal empat pilar untuk di ajarkan ke anak-anak atau peserta didik sehingga mempelajari untuk mendalami makna Pancasila karena ini sangat sesuai dengan ajaran semua agama untuk mengajarkan moral kepada anak bangsa.
“Jangan berharap bapak ibu anaknya mempunyai moral yang baik jika tak diajarkan sejak dini soal pemahaman pendidikan moral Pancasila karena memang berkaitan dengan agama karena keberhasilan bangsa dan negara itu dimulai selain dari rumah, sekolah juga menentukan untuk menopang kebutuhan anak-anak kita. Jadi harus dimulai dari kita sendiri, kalau anak kita mau baik”pintanya,
Mantan Anggota DPRD Sulsel ini tak lupa menyampaikan terimakasih untuk sahabat-sahabat para pimpinan dan Anggota MPR RI para guru, pendidik serta penulis yang hadir dalam sosialisasi ini.
Wakil Ketua MPR RI Muhammad Haeruddin Amin mengemukakan bila pihaknya sangat bersukur hadir pada sosialisasi tersebut tidak terlepas dari peran Meity Rahmatia selaku mediator.
“Kami percaya bahwa mereka itu sangat memahami apa yang kita sampaikan, tetapi semangatnya kedepan harus didorong ke daerah wilayah kebijakan kepala daerah agar Bupati, Walikota dan Gubernur ke depan punya kewajiban sama sosialisasikan,” katanya.
Ditambahkan bahwa memahamkan Pancasila itu bukan hanya tugas orang DPR, tapi justru didorong ke level bawah, itu butuh supporting pemerintah karena tidak mungkin ada sosialisasi tanpa ada proses penganggaran. “Kita sangat menyayangkan Bupati dan Gubernur anggaran sosialisasi tentang kebangsaan kita itu sangat rendah,” ucapnya.
Padahal menurutnya semua punya kewajiban dalam proses kebangsaan sehingga hal tersebut tidak boleh dibiarkan tapi harus terus didiskusikan, di dialogkan, diingatkan sehingga hal ini wajib juga masuk di kurikulum anak didik di sekolah.
Akademisi Unhas Dr Sakka Pati juga mengajak hadirin untuk mengimplementasikan apa yang disampaikan para anggota MPR RI kepada anak didik dan keluarganya. (rif)

