MAKASSAR, BKM–Peluang Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman (AAS) untuk memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktamar mendatang bergantung pada 672 pemilik suara.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arwani Thomafi, usai pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) IV PPP Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (28/6).
“Soal pencalonan Pak Amran Sulaiman, kami selaku sekjen hanya menyiapkan teknis pelaksanaan Muktamar. Bagaimana agar peserta Muktamar yang jumlahnya ribuan, termasuk 672 pemilik suara, dapat menyalurkan suaranya dengan baik,”ujar Arwani.
Arwani juga menekankan bahwa PPP selalu terbuka terhadap komunikasi, termasuk dengan menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengajak seluruh kader PPP untuk mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Siapapun menterinya, apapun programnya, selama itu untuk kemaslahatan umat, tentu kami dukung. Namun, terkait pencalonan, kami serahkan sepenuhnya kepada 672 pemilik suara,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyatakan bahwa Muktamar PPP akan digelar pada September 2025.
Acara tersebut akan difokuskan pada konsolidasi internal, penyusunan program kerja lima tahunan, dan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan.
“Saya berharap seluruh kader di Indonesia bisa menjaga kekompakan dan bersama-sama menyukseskan Muktamar,”ujar Mardiono.
Terkait peluang figur eksternal, Mardiono menyebut partainya memiliki mekanisme yang sudah mapan. Namun, ia membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berkompetisi.
“PPP adalah partai yang sudah tua dengan mekanisme yang matang. Kami tidak menutup pintu bagi siapapun, termasuk figur eksternal, untuk ikut berjuang bersama PPP,” jelasnya.
Mardiono juga mengungkapkan bahwa belakangan ini komunikasi dengan sejumlah tokoh eksternal memang intens dilakukan.
“Banyak yang sudah berkomunikasi dengan saya. Belum lama ini saya juga bertemu dengan Pak Jimly Asshiddiqie, dan tokoh lainnya,”ungkapnya.
Saat ditanya mengenai peluang AAS maju sebagai calon Ketua Umum PPP, Mardiono memberi penjelasan netral.
“Kalau Pak Mentan (Amran Sulaiman), saya ini kan utusan khusus Presiden untuk bidang ketahanan pangan. Beliau Menteri Pertanian, lalu Pak Zulkifli Hasan sebagai Menko Pangan. Jadi memang koordinasinya memang di seputar itu saja,”jelasnya.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Dr HM Amir Uskara menjelaskan bahwa dalam Muktamar, suara mayoritas berada di tangan ketua DPW, Ketua DPC, dan perwakilan fraksi. Sedangkan suara DPP hanya satu, yang mewakili seluruh unsur seperti majelis, PA, dan badan otonom.
“Pemilik suara di Muktamar itu totalnya 672. Apakah nanti bisa terjadi aklamasi atau tidak, kita akan lihat nanti,”ujar Amir Uskara yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI ini. (jun/rif)

Appi Ajak PPP Bergabung, Jufri Rahman Kembali Memuji
POLITISI Golkar selaku Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan harapan besar terhadap kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan PPP.
Appi menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kota Makassar. Ia mengapresiasi kontribusi PPP dan berharap keberadaan partai berlambang Ka’bah itu dapat memberikan warna baru dalam dinamika pemerintahan dan politik daerah.
“Kota ini adalah kota yang sangat butuh kolaborasi. Kami berharap kehadiran teman-teman PPP, khususnya di Kota Makassar, mampu memberi warna baru dalam peta pemerintahan dan politik. Kami Pemerintah Kota, sangat terbuka menerima saran dan masukan,”ujar Appi ketika menyampaikan sambutan pada pembukaan Muskerwil ke IV PPP Sulsel di Hotel Four Poin By Sheraton Makassar, Sabtu (28/6).
Appi menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar tidak bisa dilakukan secara parsial. Dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur legislatif dari PPP di DPRD Kota Makassar, dinilai penting untuk memperkuat sinergi pemerintahan.
“Kami berharap teman-teman PPP yang ada di DPRD Kota Makassar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah kota,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar Mukerwil ke IV PPP Sulsel menghasilkan keputusan yang berdampak positif bagi penguatan peran politik PPP di Sulawesi Selatan maupun di tingkat nasional.
“Kami berharap Mukerwil ini memberikan dampak baik, baik secara politik maupun dalam pergerakan pembangunan di Kota Makassar. Dunia politik ini akan menjadi indah ketika PPP terus berada di dalamnya,” kata Munafri.
Ia juga mendoakan agar PPP kembali meraih kepercayaan masyarakat dan meraih kursi di Senayan pada pemilu 2029 mendatang.
“Kita berharap PPP akan kembali menjadi partai yang lebih kuat dan memiliki kemampuan untuk kembali berada di Senayan,” tutupnya.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Jufri Rahman mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi Gubernur terhadap soliditas PPP, yang dinilai tetap relevan dalam menjaga nilai-nilai Islam dalam kerangka kebangsaan.
“Muskerwil ini bukan hanya agenda rutin partai, tetapi momentum penting untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, dan persiapan menuju Muktamar Partai dan Pemilu 2029,”ujar Jufri.
Ia menyebut, PPP telah menjadi rumah aspirasi umat sejak 1973, dan terus berperan nyata dalam pembangunan nasional maupun daerah.
“PPP adalah partai yang lahir dari ikhtiar menjaga nilai-nilai Islam dalam bingkai kebangsaan dan terus berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional dan daerah kita.
Menyoroti arah pembangunan nasional dalam Program Asta Cita yang dicanangkan Pemerintah Pusat, Sekda berharap PPP Sulsel menjadi mitra strategis Pemprov dalam menjawab tantangan seperti kemiskinan, stunting, dan ketahanan nasional, guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Saya berharap, PPP Sulawesi Selatan dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,”jelasnya.
Lebih jauh, ia menitipkan dua pesan untuk PPP: menjaga kualitas demokrasi dan tetap adaptif terhadap zaman tanpa meninggalkan akar ideologinya. (jun/rif)

