Site icon Berita Kota Makassar

‎Ketua PKS Makassar Temui Pemuda Tuna Rungu yang Touring

‎MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq, menunjukkan sikap inklusif dan humanis ketika menerima dua pemuda tuna rungu yang tengah melakukan perjalanan keliling Indonesia.
‎‎Meski di tengah jadwal kegiatan yang padat, Anwar Faruq tetap meluangkan waktu menyambut mereka di ruang kerjanya, Jumat (4/7).

Kedua pemuda luar biasa itu adalah Mursidi M, kelahiran Ujung Pandang, dan Michael Edward, asal Aceh, yang kini sedang melakukan tour Sabang-Merauke menggunakan sepeda motor.
‎‎Keduanya merupakan anggota Pramuka Luar Biasa Tuna Rungu yang mengusung misi menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kaum disabilitas.

‎‎Momen penuh makna itu memperlihatkan bagaimana Anwar Faruq, seorang politisi sekaligus pemimpin, tetap membangun komunikasi dua arah dengan tamunya yang memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan bahasa tubuh dan gerakan tangan, percakapan tetap mengalir tanpa suara. Anwar terlihat sabar dan menghargai setiap ekspresi yang disampaikan kedua pemuda tersebut.
‎‎”Setiap warga negara berhak untuk didengar dan dihargai, apapun latar belakang atau keterbatasannya. Tugas pemimpin bukan hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan, bahkan ketika komunikasi itu harus dengan bahasa tubuh,” ungkap Anwar usai pertemuan tersebut.

‎‎Ia menambahkan, nilai-nilai kebersamaan dan kemanusiaan harus terus dijunjung tinggi dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dunia politik dan pemerintahan. Dirinya berkomitmen untuk selalu membuka ruang komunikasi dengan siapa saja, tanpa memandang status sosial, ekonomi, maupun fisik.
‎‎”Saya merasa terinspirasi oleh semangat mereka. Mereka bukan hanya sedang menempuh perjalanan fisik, tapi juga membawa pesan kuat tentang keberanian, ketekunan, dan keinginan untuk dilibatkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

‎‎Anwar juga menyampaikan harapan agar pemerintah, swasta, dan masyarakat umum semakin memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas agar mereka bisa mendapatkan ruang yang setara dalam segala bidang.
‎‎Pertemuan sederhana namun sarat makna itu menjadi potret bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan dan jabatan, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap setiap insan manusia. (ita/rif)

Exit mobile version