SINJAI, BKM — Rentetan bencana beruntun melanda Kabupaten Sinjai dalam dua hari terakhir, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak Jumat (4/7). Luapan air, tanah longsor, hingga angin puting beliung tidak hanya menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan ribuan warga.
Jembatan gantung di Sungai Biroro yang menjadi urat nadi penghubung Kecamatan Sinjai Timur dan Tellulimpoe, ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai. Jembatan vital ini menghubungkan Desa Biroro dan Desa Massaile, memutus akses utama warga setempat. Di Kecamatan Sinjai Selatan, jembatan Bonto Boddong yang menghubungkan Desa Songing dan Desa Puncak juga mengalami kerusakan serius. Kini, kendaraan bermotor tak lagi dapat melintas, memaksa warga mencari jalur alternatif dengan risiko yang tak kalah berbahaya.
Sementara itu, longsor menutup akses di beberapa titik strategis seperti poros Desa Kompang dan Gantarang di Kecamatan Sinjai Tengah, serta ruas jalan di Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat. Luapan air turut merendam pusat aktivitas ekonomi di Kecamatan Sinjai Utara, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, Dr. Hamka, Tondong, dan Baso Kalaka.
Debit air di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa melonjak drastis akibat luapan Sungai Tangka. Kondisi serupa juga terpantau di Sungai Tui, Mangottong, dan Kalamisu yang menunjukkan tanda-tanda potensi luapan air lebih besar.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Oktave Amir, mengingatkan warga untuk segera mengungsi jika muncul tanda-tanda bahaya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah rawan longsor, agar lebih waspada. Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi peningkatan debit air atau retakan tanah,” ujarnya.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, juga mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat selalu siaga.
“Kami mengajak seluruh warga, terutama yang bermukim di lereng bukit, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat tanda-tanda bahaya, segera mencari tempat yang aman,” imbau Bupati.
Tak hanya luapan air dan longsor, angin puting beliung juga menerjang Pulau Burung Lohe, Desa Pulau Buhung Pitue, Kecamatan Pulau Sembilan, pada Sabtu (5/7). Empat warga terdampak dalam peristiwa ini. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski sejumlah rumah dilaporkan rusak dengan nilai kerugian materi yang masih dalam pendataan.
BPBD Sinjai kini telah menyiagakan tim siaga bencana dan bekerja sama dengan aparat desa serta pemerintah kecamatan untuk mempercepat penanganan darurat, pendataan, dan pemulihan wilayah terdampak. (din/C)
