PEMISAHAN pelaksanaan pemilu daerah dan nasional berpotensi membawa manfaat dari sisi efisiensi anggaran dan psikologis masyarakat. Ia Pemilu yang diselenggarakan secara terpisah dapat mengurangi beban biaya negara, sekaligus menekan tingkat kelelahan masyarakat dalam mengikuti proses politik yang padat.
Pemisahan pemilu dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, dan masyarakat juga tidak akan cepat lelah karena tidak harus mengikuti pemilu yang terlalu berdekatan waktunya.
Meski demikian, di sisi lain pelaksanaan pemilu secara terpisah justru bisa menurunkan efisiensi, sebab memerlukan dua kali persiapan, baik dari segi logistik maupun sumber daya manusia. Hal ini bisa memperumit tahapan pelaksanaan secara keseluruhan.
Selain itu, penting pula untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur pemilu jika rencana pemisahan ini benar-benar dilaksanakan. Semua pihak patut untuk mempertimbangkan pula bagaimana dampaknya terhadap partisipasi pemilih.
Yang harus dipikirkan juga adalah apakah masyarakat tetap akan berpartisipasi aktif jika pemilu dilakukan dua kali. Bisa saja justru tingkat partisipasinya menurun karena bosan atau merasa jenuh.
Karena itu, wacana ini jangan diputuskan secara tergesa-gesa. Perlu dilakukan kajian menyeluruh dan mempertimbangkan kesiapan teknis, sosial, dan psikologis masyarakat sebagai pemilih aktif dalam sistem demokrasi. (*)
