Site icon Berita Kota Makassar

Hindari Penyalahgunaan, Pengawasan Bantuan Pangan Diperketat

BULUKUMBA, BKM — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Fahidin HDK menegaskan, bantuan pangan pemerintah harus benar-benar tepat sasaran. Apalagi dengan adanya kasus korupsi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2023 di wilayah Perum Bulog Bulukumba.

Menurutnya, kasus korupsi beras program SPHP tahun 2023 ini harus menjadi pelajaran bagi semua komponen yang terlibat. Dengan begitu, kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

“Ini menjadi warning bagi semuanya. Itu pelajaran bagi kita semua untuk tidak mengulangi yang kedua kalinya. Kita sama-sama awasi. Kita imbau agar beras itu benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Fahidin HDK sesaat setelah pelepasan Bantuan Pangan Pemerintah di Pelataran Gedung Pinisi Bulukumba, Rabu (16/7).

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengajak semua pihak menyambut baik bantuan tersebut. Dia menyatakan, bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah yang penyalurannya harus diawasi bersama.

“Paling penting berasnya bagus, sehingga masyarakat bisa menikmati beras berkualitas sesuai peruntukannya diberikan kepada yang berhak. Kita pasti melakukan pengawasan secara ketat karena ini hak rakyat terhadap negara,” kata Fahidin.

Lebih lanjut, legislator lima periode di DPRD Kabupaten Bulukumba ini mengaku 40 wakil rakyat ada di sepuluh kecamatan, serta 136 desa dan kelurahan. Mereka ini juga ikut memantau, melihat dan mendengar aspirasi masyarakat.

“Pasti kami menyerap aspirasi siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan beras. Tentu kami terus akan melakukan pengecekan-pengecekan di masyarakat,” jelasnya.

Fahidin berjanji akan meminta data-data pembagian bantuan pangan pemerintah alokasi Juni dan Juli 2025 ini. Selanjutnya data tersebut akan dibagikan kepada 40 anggota DPRD Bulukumba.

“Itu untuk memastikan bahwa kami melakukan pengawasan melekat di masyarakat. Apalagi kita akan melakukan reses pada pertengahan Juli 2025. Salah satu agenda reses kita nanti terkait yang mendapatkan bantuan di masyarakat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melepas secara resmi 529 ton beras bantuan pangan pemerintah. Bantuan ini diperuntukkan kepada 26.456 penerima bantuan pangan (PBP) yang ada di sepuluh kecamatan.

Pelepasan dihadiri pimpinan Perum Bulog Cabang Bulukumba Farid Nur, Wakil Ketua DPRD Fahidin HDK, Dandim 1411/Blk Letkol Inf Sarman, Kajari Banu Laksmana, serta Kapolres Bulukumba diwakili personel yang tergabung dalam Satgas Pangan.

Selain itu, juga hadir beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bulukumba, beberapa lurah dan kepala desa, serta puluhan masyarakat penerima manfaat bantuan pangan beras.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulukumba, Farid Nur dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan pangan beras ini untuk dua alokasi, yaitu bulan Juni dan Juli tahun 2025. Dia menyebut, pihaknya akan mendistribusikannya ke 136 desa dan kelurahan di Bulukumba.

“Kami juga laporkan stok pengambilan gabah kami kemarin sebanyak 18 ribu ton. Jika jumlah ini dikali dengan HPP (Harga Pokok Penjualan) Rp6.500, maka Perum Bulog Bulukumba telah mengeluarkan Rp117 miliar di Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.

Farid Nur menambahkan, Perum Bulog Bulukumba juga diperintahkan menyalurkan harga beras stabilisasi pasokan harga pangan atau SHP. Dia meminta dalam penyaluran beras SPHP, TNI-Polri maupun Kejaksaan ikut melakukan pengawasan.

“Harga tebus untuk beras SPHP tersebut yaitu Rp11 ribu per kilogram. Ini sangat menggiurkan bagi oknum-oknum yang ingin mengoplos harga beras SPHP. Jadi sampai juga ke konsumen yaitu Rp12.500 per kilogram. Kami juga berharap dengan adanya bantuan beras SPHP ini dapat menjaga inflasi di Kabupaten Bulukumba,” tambah Farid Nur.

Sementara itu, Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf berharap agar bantuan pangan beras tersebut dapat tersalurkan dengan tepat sasaran ke warga yang benar-benar kurang mampu. Dia meminta seluruh komponen untuk terus mengedukasi dalam pemanfaatan lahan kosong.

“Jika kita tanam jangka pendek, mungkin tidak setiap hari kita beli untuk konsumsi rumah tangga. Saudaraku semua, jangan diam. Mari sama-sama mengedukasi masyarakat untuk bisa lebih produktif,” kata bupati yang akrab disapa Andi Utta.

Salah seorang warga Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Sukma (42), bersyukur dapat menerima bantuan pangan beras. Dia menyebut bantuan ini sangat bermanfaat.

“Alhamdulillah kami menerima bantuan pangan beras 20 Kilogram untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025. Jadi ada dua karung, masing-masing berisi 10 kilogram. Ini yang kedua kalinya saya menerima,” ujar Sukma. (ful)

Exit mobile version