MAKASSAR, BKM–Kaesang Pangarep secara resmi diumumkan sebagai Ketua Umum terpilih setelah memenangkan e-Voting dalam Pemilu Raya atau Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Sabtu (19/7) malam.
Kaesang berhasil mengungguli dua pesaing kuatnya, Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron, dan Agus Mulyono Herlambang.
Proses pemilihan yang menggunakan mekanisme e-Voting ini telah berlangsung intensif sejak tanggal 12 hingga 18 Juli. Setiap kader PSI yang terdaftar memiliki hak suara untuk memberikan dukungan kepada salah satu kandidat ketua umum.
Penghitungan suara resmi ditutup pada Jumat (18/7) pukul 23.59 WIB. Kaesang berhasil meraih kemenangan telak dengan 65,28 persen suara, sementara Bro Ron mendapatkan 22,23 persen suara, dan Agus hanya mengumpulkan 12,49 persen suara.
Dihadapan ribuan peserta Kongres PSI, Presiden RI Ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), dengan tegas menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung PSI.
Dalam pidatonya yang membakar semangat, Jokowi juga dengan gamblang menguraikan makna di balik logo baru PSI, yakni gajah. Ia menyebut gajah sebagai simbol kecerdasan, kebijaksanaan, dan kekuatan.

Menurut Jokowi, PSI sudah punya pengalaman 2 kali ikut Pemilu, yakni di tahun 2019 dan 2024. Pengalaman tersebut merupakan guru yang terbaik untuk memperbaiki diri. Dan dari pengalaman itu, dirinya mendengar bahwa akan ada perubahan besar-besaran di tubuh PSI.
“Karena kesulitan-kesulitan, tantangan-tantangan, dan hambatan-hambatan yang pernah dialami, maka kedepannya akan bisa membuat kita lebih baik, lebih kuat, lebih matang dan tahan banting. Untuk itu, segera perbaiki manajemen partai, dan juga perbaiki strategi makro dan mikro,” tukasnya.
“Saya merasa bangga melihat perkembangan PSI. Pada Pemilu 2024 hasilnya ada 18 kader PSI yang terpilih jadi Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Kota/Wakil Wali Kota, dan Bupati/Wakil Bupati. Juga ada 181 anggota DPRD Provinsi dan Kota. Kemungkinan di 2029 jumlahnya bisa 3 kali lipat. Oleh karena itu, saya akan mendukung PSI sepenuhnya. Saya akan bekerja keras untuk PSI,” seru Jokowi dengan lantang, disambut riuh gemuruh dari ribuan kader.
Sorak sorai ribuan kader PSI yang berulang kali meneriakkan nama Jokowi juga menggema, menciptakan euforia di dalam ruangan. Jokowi hanya terdiam, menunggu hingga lautan massa kembali tenang.
Ayah dari Ketua Umum DPP PSI periode 2025-2030, Kaesang Pangarep, itu kemudian memberikan wejangan penting, yakni segera lengkapi kepengurusan partai. “Baik itu di DPP, baik itu di DPD, DPC, sampai ke desa-desa,” tegas Jokowi, menekankan urgensi tersebut.
Jokowi menganalogikan struktur kepengurusan partai layaknya sebuah mesin partai. Tanpa mesin yang lengkap dan berfungsi, mustahil partai dapat digerakkan dengan optimal.
“Saya titip yang terakhir, agar kita bekerja keras bersama-sama, supaya struktur partai di seluruh wilayah, di provinsi, kabupaten, dan kota bisa segera diselesaikan,” ujarnya lagi.
“Paling tidak di 2027 akhir. Artinya mesinnya siap,” pungkasnya, menandakan kesiapan untuk beraksi.
Jokowi tiba di lokasi Kongres sekitar pukul 16.00 WIB, disambut oleh barisan kader PSI yang memanjang di sepanjang jalan menuju pintu masuk gedung Graha Saba Buana.
Sempat hendak turun di pintu depan, mobil Jokowi justru bergerak kembali ke pintu belakang karena padatnya kerumunan massa yang ingin menyambutnya. (rif)
Jeffrie: PSI Dibangun Oleh Kolaborasi, Bukan Kompetisi semata
KONGRES PSI dibuka oleh Ketua Dewan Pendiri PSI, Jeffrie Geovanie, yang menyampaikan pidato reflektif tentang sejarah pendirian partai.
“Partai ini lahir bukan dari uang besar atau nama besar. PSI lahir dari mimpi-mimpi kecil yang dibicarakan dalam diskusi sehari-hari,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Jeffrie mengungkap bahwa PSI digagas pasca-Pilpres 2014 oleh sekelompok profesional muda, seperti Krisnadi, Raja Juli Antoni, dan Isyana Bagoes Oka, yang saat itu bahkan merasa “alergi” terhadap politik.
Ia juga menyinggung anekdot unik saat para pendiri sempat berniat meminta Presiden Jokowi memilihkan nama partai.
“Saya tolak. Saya bilang, ‘Kalian siapa?’ PSI harus mandiri sejak awal,”kenangnya.
Salah satu bagian paling emosional dalam pidatonya adalah pesan kepada tiga kandidat ketua umum Kaesang Pangarep, Ronald Aristone Sinaga, dan Agus Mulyono Herlambang untuk menjaga kebersamaan setelah kontestasi berakhir.
“Jangan ada yang ditinggalkan. PSI dibangun oleh kolaborasi, bukan oleh kompetisi semata,” pesannya.
Jeffrie lalu mengajak kader PSI meneladani kedewasaan politik yang ditunjukkan Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Pak Prabowo dua kali dikalahkan, tapi beliau mau masuk kabinet. Itu teladan dalam demokrasi,” katanya.
Suasana Kongres turut diwarnai kejutan visual. Usai menyanyikan Mars PSI, ruangan dipenuhi suara terompet gajah yang menggema.
Visual seekor gajah bergading panjang ditampilkan di layar raksasa, diikuti peluncuran logo baru partai berbentuk siluet gajah dengan belalai terangkat.
Logo ini menggantikan simbol lama berupa tangan memegang mawar merah. Warna merah, putih, dan hitam tetap mendominasi identitas visual PSI, namun kini dengan nuansa lebih maskulin dan kuat.
Hal menarik ketika Kaesang berjalan kaki menuju lokasi Kongres dari rumah orang tuanya yang hanya berjarak sekitar 300 meter.
“Harus minta restu Bapak dan Ibu dulu. Jalan kaki saja, kan dekat,”ujar Kaesang.
Putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengaku mendapat pesan sederhana namun sarat makna dari ayahnya: “Siap menang, siap kalah.” (rif)

