MAKASSAR, BKM — Sebanyak 3.059 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diluncurkan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kehadirannya diharapkan mampu mendongkrak potensi ekonomi lokal masing-masing daerah.
“Alhamdulillah, kita telah meluncurkan kelembagaan 80.000 Kopdes Merah Putih secara nasional dan secara serentak. Terkhusus Sulsel ada 3.059 Kopdes Merah Putih,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Eka Prasetya di kantor Gubernur Sulsel usai menghadiri peluncuran Kopdes Merah Putih di Desa Aeng Batu-Batu, Takalar, Senin (21/7).
Peluncuran Kopdes Merah Putih merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Peluncuran juga disaksikan secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Berdasarkan surat dari Kemenko Pangan ditetapkan dua koperasi jadi percontohan atau mockup, yaitu Desa Aeng Batu-Batu, Takalar (serta Koperasi Kanreapia, Gowa),” kata Eka.
Menurut Eka, pengembangan Kopdes Merah Putih di Sulsel bakal dilakukan merata dengan meniru pola dua koperasi percontohan. Semua koperasi akan dibina dan didampingi secara intensif.
“Secara serentak dan menyeluruh dari 3.059 koperasi ini akan melakukan pengembangan, pembinaan, pendampingan seperti yang terjadi di mockup ini,” ucapnya.
BUMN juga disebut sudah menjalin koordinasi untuk mendukung seluruh koperasi di Sulsel. Menurut Eka, mereka bakal turun langsung menyiapkan berbagai kebutuhan usaha.
“Jadi, semua BUMN sudah melakukan koordinasi kepada kami untuk meminta data seluruh 3.059 koperasi ini. Akan melakukan pengembangan di dalam produk yang akan disediakan. Misalnya, apotek. Kemudian dari pihak Pertamina dan Bulog itu akan mengunjungi seluruh koperasi yang ada di Sulsel, untuk menyiapkan usaha koperasinya,” terangnya.
Lebih lanjut, Eka menuturkan bahwa setelah peluncuran akan ada tahap operasional hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah juga akan menurunkan dukungan dalam bentuk pelatihan.
“Terkait dengan itu, Pemprov juga tentunya akan ada kegiatan-kegiatan. Mungkin ada bimtek, pendampingan atau pelatihan, yang akan dialokasikan di provinsi untuk bersama-sama bagaimana pengembangan ke depannya,” terangnya.
Dia optimistis kehadiran Kopdes Merah Putih akan berdampak besar pada perekonomian wilayah setempat. Menurutnya, tiap koperasi akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah.
“Tentunya akan berdampak luar biasa dalam hal pertumbuhan ekonomi yang terkhusus potensi ekonomi desa. Koperasi ini beda-beda potensi. Terkhusus pada Aeng Batu-Batu ini ada perikanan, kemudian ada pertanian, termasuk peternakan. Kemudian Kanreapia di Gowa dia punya potensi sayur. Kemudian begitu juga tentunya koperasi yang lain,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sulsel Muhammad Saleh menyebut tiap koperasi wajib punya minimal enam gerai usaha. Sumber modalnya berasal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam bentuk kredit berbunga ringan.
“Modal sudah disiapkan oleh Himbara dalam bentuk kredit dan bunga yang murah 3 persen. Itu nanti bukan dalam bentuk tunai yang diberikan kepada pengurus, tetapi proposal apa yang mau dikerjakan,” jelasnya.
Kopdes Merah Putih, kata dia, bisa mengajukan proposal berbagai jenis usaha. Termasuk distributor pupuk, warung sembako, cold storage, hingga transportasi.
“Misalnya, dia akan menjadi distributor pupuk. Pupuk nanti berapa nilai pupuk yang dia mau ini? Misalnya Rp 300 juta, Rp 300 juta itulah yang dikonversi
menjadi plafon Rp 3 miliar itu. Dia mau beli mobil, mobil tidak dikasih, bilang kau beli mobil ini uangnya. Tetapi, di proposal berapa harganya mobil itu. Misalnya, Rp500 juta mobil truk, kan, itu dikasih,” paparnya.
Untuk pengawasan, Saleh menyebut kewenangannya ada di badan pengawas koperasi desa masing-masing. Adapun pemerintah provinsi hanya bersifat supervisi.
“Kan, namanya koperasi itu ada namanya badan pengawas. Badan pengawas inilah yang dalam setiap RAT (rapat anggota tahunan) itu dipertanggungjawabkan kepada anggota. Nah, kita hanya menjadi supervisi untuk melakukan pengawasan, pemantauan, terhadap jalannya Kopdes Merah Putih. Tetapi, otoritas pengawasan itu badan pengawas masing-masing desa,” terangnya.
Saleh juga menjelaskan pelatihan SDM koperasi merupakan urusan Kementerian Koperasi dan UKM. Adapun soal teknis akan dikoordinasikan antar OPD sesuai tingkatan.
“Kalau itu urusannya Kementerian Koperasi. Apakah nanti melimpahkan kewenangan itu ke provinsi, melimpahkan kewenangan itu ke kabupaten. Kan, masing-masing punya OPD teknis,” jelasnya.
Gubernur Beri Bantuan
Peluncuran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Senin (21/7), banjir hadiah dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Beragam bantuan disalurkan. Mulai dari kapal nelayan, ayam petelur untuk sebagai ketahanan pangan, sampai bantuan modal.
Bupati Takalar H Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, kehadiran Kopdes Merah Putih bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan kecepatan dalam berbelanja. Di koperasi ini menyediakan pula alat tulis untuk anak sekolah dan yang lainnya.
”Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan. Karena ada beberapa gerai seperti pupuk dan alsintan. Kemudian ada agen bank, yang kemudian bayar dengan menggunakan aplikasi Qris. Nanti kita akan kembangkan lagi lebih jauh,” ujar Daeng Manye.
Nantinya, tambah Daeng Manye, anggota koperasi yang bertransaksi akan mendapatkan kupon. Di akhir tahun kupon itu akan diundi untuk mendapatkan hadiah utama sepeda motor. Hal ini diharapkan lebih menarik minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi.
Selain Kopdes Merah Putih, lanjut Bupati, juga ada kampung nelayan. Hal ini akan menjadi satu kesatuan. Di sini banyak pelaku UMKM. Nelayan juga semakin memperkuat sentra-sentra pertumbuhan ekonomi.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyampaikan banyak hal. ”Tidak banyak yang mau saya sampaikan. Tapi saya harus tanya Ibu Desa Aeng Batu-batu. Apa lagi kebutuhan yang diminta dari Pemprov untuk membantu Kopdes Aeng Batu-batu,” ujarnya.
Ia menambahkan,
semua Kopdes Merah Putih sudah terdaftar di kementerian. Pemprov Sulsel mengapresiasi pemerintah desa untuk membangun kopdes yang luar biasa dan menjadi ikon kopdes di Takalar, bahkan Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, ASS meneyrahakn bantuan ke Bupati Takalar Daeng Manye sebesar Rp20 miliar. Selanjutnya langsung mengunjungi gerai Kopdes Aeng Batu Batu sambil menunggu live streaming dengan Presiden Prabowo Subianto. (*-jun)
