Site icon Berita Kota Makassar

Faisal Baso, Direktur Bank Sampah Unit Asoka V Makassar

DI BALIK lorong sempit Jalan Kumala II B, Kota Makassar tersimpan kisah inspiratif tentang perubahan, inovasi, dan investasi yang tak biasa. Di sinilah berdiri Bank Sampah Unit Asoka V, sebuah lembaga sederhana namun berdampak besar, yang berhasil mengubah stigma sampah dari sumber masalah menjadi ladang berkah, secara harfiah.

SOSOK di balik perubahan ini adalah Faisal Baso, pria yang kini menjabat sebagai Direktur Bank Sampah Unit Asoka V dan Koordinator Wilayah Forsepsi untuk wilayah Sulawesi hingga Maluku. Di tangannya, sampah bukan hanya dikelola, tetapi ditransformasikan menjadi tabungan emas, dana haji, hingga peluang usaha daur ulang.

“Sampah itu bukan akhir, tapi awal dari perubahan. Di sini, kami membuktikan bahwa sampah bisa diubah menjadi uang, bahkan menjadi emas,” ujar Faisal kepada tim Youtube Berita Kota Makassar yang menemuinya, Selasa (22/7).

Salah satu inovasi paling mencolok dari Bank Sampah Asoka V adalah kolaborasinya dengan Pegadaian melalui program tabungan emas berbasis sampah. Masyarakat atau “nasabah” cukup membawa sampah terpilah, seperti plastik, logam, kertas, minyak jelantah, bahkan botol kaca ke bank sampah. Semua hasil ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan manual.

Setelah saldo mencapai nilai tertentu, nasabah bisa mengonversinya menjadi tabungan emas digital melalui aplikasi resmi Pegadaian.

“Dengan Rp10 ribu hasil sampah, sudah bisa dikonversi ke emas. Hari ini sampah, besok jadi investasi masa depan,” terang Faisal sambil menunjukkan buku emas yang mencatat pertumbuhan tabungan nasabah.

Faisal bahkan mengungkapkan bahwa dari hasil mengelola sampah, ia dan istrinya telah mendaftarkan diri untuk naik haji melalui program Arum Haji, yang memungkinkan jaminan emas untuk biaya haji secara cicil.

Kreativitas dalam Daur Ulang

Di Bank Sampah Asoka V, tidak semua sampah dibuang atau dijual. Beberapa jenis, seperti plastik kresek yang tak laku di pasar, diolah menjadi ecobrick, botol plastik padat berisi limbah ringan yang bisa dirangkai menjadi sofa mini, meja, bahkan dinding taman. Ada pula cairan eco-enzym, hasil fermentasi kulit buah, yang digunakan sebagai pembersih ramah lingkungan.

“Daripada dibuang, lebih baik kami jadikan kerajinan. Kami juga sering diminta memamerkan produk ini di F8, pameran di Benteng Rotterdam, atau diminta langsung oleh lurah saat ada acara kelurahan,” ujar Faisal bangga.

Kerja keras dan inovasi itu tak sia-sia. Bank Sampah Asoka V kini menyandang predikat terbaik tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2023, serta sederet plakat dari lomba edukasi dan pengelolaan bank sampah dari Pegadaian.
Salah satu yang paling membanggakan adalah ketika meraih Juara 2 Lomba Edukasi Nasional dengan hadiah Rp25 juta, yang seluruhnya kembali diputar untuk kepentingan operasional bank sampah.

“Kami tidak ingin berhenti hanya di sini. Saya ingin menularkan semangat ini ke lebih banyak wilayah. Kita belum sukses kalau tidak ada penerus,” tuturnya sambil menunjukkan rak penuh piala dan piagam yang menghiasi ruang sempit tempat ia bekerja.

Menurut Faisal, keberhasilan mengubah mentalitas warga bukan hal mudah. Tapi pendekatan konsisten, edukatif, dan berbasis contoh nyata membuat program bank sampah lebih diterima masyarakat. Apalagi, Pegadaian turut menyediakan fasilitasi edukasi dan sosialisasi, bahkan sebelum pemerintah turun tangan.

“Kami tidak hanya bicara teori. Di depan tim verifikasi nasional, kami langsung tunjukkan: ini sampahnya, ini nilainya, ini top-up emasnya. Semuanya transparan,” tambah Faisal.

Kini, sebagai Koordinator Wilayah Forsepsi, Faisal membawahi wilayah hingga Sulawesi Tenggara dan Maluku. Ia berharap akan lahir lebih banyak kader bank sampah baru yang bukan hanya mampu mengelola sampah, tetapi mengubahnya jadi peluang ekonomi dan sosial.

“Kalau ingin alam jaga kita, mari kita mulai jaga lingkungan. Jangan remehkan sampah. Di tangan yang tepat, dia bisa membawa kita ke tanah suci, atau jadi warisan emas untuk masa depan anak-anak kita,” tandasnya. (*/rus)

Exit mobile version