MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Golkar Kota Makassar, Ismail menyerukan pentingnya menjadikan politik sebagai sarana pemersatu di tengah masyarakat yang semakin beragam. la menegaskan bahwa partai politik harus tampil sebagai jembatan kepentingan publik, bukan sekadar alat kekuasaan.
Membahas politik yang mempersatukan partai politik (Parpol) sebagai mediator kepentingan publik di tengah keberagaman. Ismail menyoroti peran vital Parpol dalam menjaga stabilitas sosial dan menghindari polarisasi. “Di tengah kemajemukan, partai politik memegang peran strategis dalam merajut harmoni dan memperkuat kesatuan nasional,” ungkapnya, Senin (21/7).
Ismail yang juga Ketua Komisi B DPRD Makassar ini juga menekankan bahwa wajah politik Indonesia harus dibersihkan dari praktik sektarian dan transaksional yang justru menjauhkan politik dari esensinya sebagai alat perjuangan rakyat. “Politik tidak boleh menjadi panggung konflik, tetapi rumah bersama untuk mencari solusi atas masalah publik,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi tersebut sebagai bentuk komitmen membangun kultur politik yang sehat dan beretika. Menurutnya, diskursus seperti ini harus terus digaungkan, terutama menjelang tahun-tahun politik yang rentan dengan polarisasi opini dan kepentingan.
”Forum seperti ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif memperkuat demokrasi yang berakar pada nilai inklusivitas dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” katanya.
Menutup penyampaiannya, Ismail berharap nilai-nilai yang diperjuangkan dalam ruang-ruang akademik dan forum publik dapat dijadikan fondasi moral dalam praktik politik sehari-hari. Ia menegaskan, politik yang berpihak pada rakyat harus dibangun melalui narasi-narasi yang menyatukan, bukan memecah. (ita/rif)
