MAKASSAR, BKM – Terhitung mulai 1 Agustus 2025, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KBRI Dili di Timor Leste berganti.
Sebelumnya Atase Dikbud KBRI Dili dijabat Prof Ikhfan Haris, Agustus nanti jabatan ini diserahkan kepada Prof Tasrifin Tahara.
Prof Ikhfan dan Prof Tasrifin adalah sama-sama alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Prof Ikhfan adalah alumni Ilmu Komunikasi angkatan 1987. Sedangkan Prof Tasrifin adalah alumni Antropologi angkatan 1994.
Setelah tak menjabat lagi, Prof Ikhfan kembali mengabdi di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Sedangkan Prof Tasrifin beberapa hari lalu telah pamit ke Rektor Unhas untuk menjalankan tugas sebagai Atase Dikbud. Prof Tasrifin diketahui adalah Kepala Departemen Antropologi FISIP Unhas.
Sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Atase Dikbud, Prof Ikhfan memenuhi undangan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste untuk menerima Penganugerahan Medal of the Order of Timor-Leste.
Penganugerahan Medal of the Order of Timor Leste berlangsung di Palacio Presiden Nicolao Lobato, Kamis (24/7/2025) dan diserahkan langsung Presiden RDTL, Ramos Horta.
Prof Ikhfan dinilai memberikan kontribusi positif bagi generasi muda Timor-Leste dalam bidang pendidikan khususnya beasiswa. Dimana dengan beasiswa tersebut memberikan masa depan yang penuh harapan bagi generasi penerus bangsa Timor-Leste serta meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Timor-Leste.
Sesuai jadwal Prof Ikhfan akan meninggalkan Dili pada 1 Agustus 2025 menuju Jakarta. Sedangkan Prof Tasrifin akan berangkat menuju Dili bersama keluarganya dijadwalkan 4 Agustus 2025.
Kepada BKM, Kamis (24/7/2025) malam, Prof Tasrifin Tahara mengapresiasi keberhasilan seniornya Prof Ikhfan dalam melaksanakan tugasnya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Dili.
Menurut Prof Tasrifin, selama ini hubungan diplomatik terkhusus dalam bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia- Timor Leste semakin baik.
“Saya sebagai yunior beliau (Prof Ikhfan) berkomitmen untuk melanjutkan lebih baik lagi dari kerja positif Prof Ikhfan,” kata Guru Besar berdarah Buton ini. (*)
