Site icon Berita Kota Makassar

TP PKK dan KIA Gelar Gerakan Membaca Buku KIA

MAKASSAR, BKM — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025, Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Membangun Generasi Emas.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran keluarga, khususnya para ibu, terhadap pentingnya pemanfaatan Buku KIA sebagai alat utama untuk memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2025, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sulsel.
Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, menjelaskan bagaimana pentingnya peran ayah dan ibu dalam membahagiakan kehidupan anak-anak, apalagi anak merupakan investasi berharga bagi masa depan bangsa dan juga untuk orang tua.

“Bagaimana kita sebagai orang tua dan juga sebagai orang terdekat anak, bisa memberikan mereka penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak anak anak karena mereka adalah penerus bangsa, investasi bangsa, investasi kita sebagai orang tua, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” jelas Naomi Octarina, akhir pekan kemarin.
Ia juga menegaskan bagaimana pola asuh orang tua berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pola asuh yang tidak tepat, sebutnya, merupakan salah satu hal yang bisa menyebabkan stunting dan kurang gizi pada anak. Olehnya itu para orang tua harus memikirkan tentang pola asuh yang tepat untuk anak mereka.
“Stunting dan kurang gizi terjadi bukan karena ketidakmampuan ekonomi saja tapi juga karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan dalam mengetahui apa apa yang dibutuhkan oleh anak,” ujar Naoemi yang juga Ketua Dekranasda Sulsel ini.

“Bapak ibu sebagai orang tua, jangan menjadikan sekolah sebagai Laundry. Semuanya dimulai dari keluarga.” tegasnya.
Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah menyasar kelompok ibu dengan anak usia bawah dua tahun (Baduta), dengan target partisipasi minimal 100 orang per kabupaten/kota di Sulsel.

Adapun acara Gerakan Membaca Buku KIA yang menjadi strategi dalam mendorong peningkatan minat baca dan literasi di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga, meliputi peran Ayah, Ibu, serta tenaga kesehatan, dilaksanaka di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel akhir pekan kemarin. Mereka dibimbing untuk memahami isi Buku KIA dan dilatih mengisi data tumbuh kembang anak secara digital melalui platform yang disediakan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

Sebagai bagian dari upaya penguatan intervensi, dilakukan pula survei melalui Google Form kepada 2.625 ibu yang tersebar di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Hasilnya menunjukkan bahwa 59,5 persen ibu jarang atau hanya membaca Buku KIA sekali dalam sebulan. Dari total responden, sebanyak 71,2 persen merupakan ibu rumah tangga, dan 36,4 persen berpendidikan terakhir SMA. Sementara itu, 39,6 persen suami bekerja sebagai wiraswasta. Sebanyak 63,3 persen ibu juga memilih memberikan ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi anaknya yang berusia di bawah enam bulan.

Melalui gerakan ini, diharapkan pemanfaatan Buku KIA semakin optimal dan menjadi budaya dalam keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (jun)

Exit mobile version