BELOPA, BKM — Pemkab Luwu menerima penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji atas dukungan dan komitmen dalam pengimplementasian Program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN disela-sela peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Sulsel yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (27/7).
Penghargaan diterima Bupati Luwu, Patahudding didampingi Wabup Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu, dan Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding Pada tahun ini, Harganas mengusung tema Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju.
Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh dan kader KB yang telah menjadi garda terdepan dalam mendukung program keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting.
“Para penyuluh adalah pahlawan keluarga yang setiap hari bekerja di lapangan memahami kondisi riil di masing-masing daerah. Walaupun ASN pemerintah pusat yang ada di daerah, silakan berkoordinasi dan berkomunikasi untuk membantu program-program keluarga berencana dan kependudukan,” ujar Wihaji.
Kehadiran Menteri Wihaji juga menjadi bagian dari kegiatan Mekas Keren KEREN (Menteri Ketemu Kader KB Kreatif Berencana) bertujuan mempererat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para kader KB.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin dalam laporannya mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki jumlah penduduk sekitar 9,4 juta jiwa dengan didukung oleh 1.600 tenaga penyuluh dan sekitar 20.000 tenaga lapangan.
Kegiatan Harganas tahun ini dihadiri 1.500 PKB/PLKB se-Sulsel dan 786 tim pendamping keluarga se-Kota Makassar. Berdasarkan laporan, capaian pelayanan KB peserta baru dalam rangka Harganas di Sulsel mencapai 271,67 persen, tertinggi secara nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para kader dan penyuluh KB yang telah berkomitmen menyukseskan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting,” tutur Shodiqin.
Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menegaskan bahwa peringatan Harganas menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
“Ini adalah momen penting untuk meningkatkan komitmen bersama mewujudkan keluarga harmonis, sehat, dan berkualitas demi masa depan bangsa yang lebih baik,” ungkapnya. (rls)
