pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sukri Tamma: DPP Akan Memilih Calon Yang Bisa Naikan Kursi Hanura

MAKASSAR, BKM–Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Hanura Sulsel, persaingan antara kandidat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mulai mengerucut.
Dua nama yang disebut paling kuat berebut kursi ketua adalah Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki atau Panglima Ta’, dan Muhammad Hasan Basri Ambarala.
Pengamat Politik Unhas, Prof Dr Sukri Tamma, menilai siapa pun yang akan ditunjuk nantinya merupakan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura.

Menurutnya, DPP akan memilih figur yang dianggap paling mampu mengangkat kembali performa partai di Sulsel.
“Siapapun yang ditunjuk, keputusan itu berkaitan dengan kebijakan DPP. Tentu DPP akan memberikan jalan kepada mereka yang dianggap mampu membawa Hanura Sulsel ke depan lebih baik. Apalagi periode ini Hanura Sulsel agak tertinggal dan butuh kerja keras,” kata Sukri, Senin (28/7).

Ia menambahkan, posisi ketua sangat krusial bukan hanya untuk menggerakkan mesin partai, tetapi juga terkait strategi menghadapi kontestasi besar seperti Pilgub Sulsel 2029.
“Pastinya DPP mau Hanura Sulsel didorong banyak kursi lagi ke depannya. Itu sejalan dengan semangat partai di daerah. Apalagi 2029 kursi gubernur jadi rebutan, makanya Parpol mencoba mengambil bagian dalam kontestasi ini dan mempersiapkan itu sejak sekarang,” ujarnya.
Sukri melihat, nama Panglima Ta’ dan Ambarala memiliki basis kekuatan berbeda. Panglima Ta’ datang dari latar belakang militer, sementara Ambarala merupakan mantan birokrat yang juga punya pengalaman di lingkup pemerintahan daerah.

Selain itu, ia juga menyinggung nama Mappatunru dari DPC Jeneponto sebagai figur internal yang ikut bersaing.
“Dua nama ini yang dianggap bersaing. Satu dari basis militer, satu lagi mantan birokrat. Ada juga kader DPC, Mappatunru. Ini yang saya pikir jadi poros utama meski tidak menafikan nama lain,” jelasnya.
Sukri juga menyinggung bahwa Hanura Sulsel selama ini kerap diwarnai figur ketua yang berasal dari kalangan purnawirawan militer, termasuk petahana saat ini.
“Apalagi jika selama ini ketua Hanura cenderung dikaitkan dengan petinggi purnawirawan militer, tentu saja itu jadi kaitan yang tak bisa dilupakan. Sehingga persaingannya ya siapa yang dianggap kuat dalam konteks internal Hanura dan punya nilai jual untuk negosiasi eksternal,” pungkasnya. (jun/rif)



×


Sukri Tamma: DPP Akan Memilih Calon Yang Bisa Naikan Kursi Hanura

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link