Site icon Berita Kota Makassar

Ferdiansyah Nakhodai Bapenda Maros

MAROS, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros kini dinakhodai M Ferdiansyah. Ferdi adalah salah satu pamong senior di Maros. Dia telah menerima sederet penghargaan bergengsi atas dedikasinya dalam dunia birokrasi.
Sedikitnya 13 penghargaan telah dikoleksi, mulai dari level daerah hingga nasional. Di antaranya Pin Emas ASN Berprestasi, Satyalancana Karya Satya X dan XX T dari Presiden RI, hingga Lencana Panca Warsa, Dharma Bakti, dan Karya Bakti dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

”Saya tidak pernah mengejar penghargaan. Yang saya kejar adalah manfaat dari setiap program yang bisa dirasakan langsung masyarakat,” katanya, Senin, 28 Juli 2025.
Penghargaan Pin Emas diberikan kepada Ferdi karena dinilai berhasil membawa perubahan signifikan di sektor pariwisata dan olahraga daerah saat menjabat sebagai Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Salah satu keberhasilannya adalah menjadikan Geopark Maros-Pangkep ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Tak hanya itu, Ferdi juga menjadi penggerak di balik event-event besar seperti Maros Marathon, Geopark Ultra, hingga Tompobulu Trail Run, yang mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi lokal.

Data Dinas Pariwisata mencatat lebih dari 600 ribu wisatawan domestik dan 7 ribu wisatawan mancanegara mengunjungi Maros selama 2024.
”Kami hanya menjalankan amanah sebaik-baiknya. Alhamdulillah, jika apa yang kami kerjakan bisa membawa nama baik daerah di level nasional maupun internasional,” ucapnya.
Ferdi juga dikenal aktif mempromosikan Maros di berbagai ajang nasional, seperti Indonesia Fashion Week dan pameran Apkasi. Ia turut mendukung pengembangan UMKM di seluruh kecamatan melalui pelatihan dan fasilitasi pemasaran.

Di bidang kepemudaan, Ferdi mendorong pelibatan generasi muda dalam ajang Pemuda Pelopor, Duta Wisata Dara Daeng, hingga penyusunan Perda Kepemudaan.
Sementara di sektor olahraga, ia menggagas Car Free Day di seluruh kecamatan, pelaksanaan Germas, hingga menyukseskan Popda Sulsel dan sejumlah kejuaraan lainnya.
”Bagi saya, birokrasi adalah ruang pengabdian. Selama kita bekerja tulus dan konsisten, prestasi akan datang dengan sendirinya,” tegas alumni STPDN itu.
Ia menambahkan, penghargaan yang diterima bukan semata untuk dirinya. Melainkan bentuk apresiasi terhadap seluruh tim dan stakeholder yang ikut bekerja keras di lapangan.
”Kita semua punya peran. Saya hanya mewakili banyak orang hebat di balik layar,” tutupnya. (ari/c)

Exit mobile version