Site icon Berita Kota Makassar

Pasar Tradisional Disidak Bupati Luwu

BELOPA, BKM — Bupati Luwu H Patahudding melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Kamanre, Senin (28/7). Patahudding Sidak dengan tujuan menekan angka inflasi serta upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Saat Sidak Bupati langsung mencari kios penjual beras dan mempertanyakan harga kebutuhan pokok beras serta mengimbau pedagang agar bermitra dengan Bulog untuk mendapatkan kebutuhan beras yang akan dijual.
“Ibu sebagai pedagang saya harap berasnya dijual tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500/kilogram. Untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau ibu bisa bermitra dengan Bulog,” ujar Patahuddin.

Patahudding mengatakan, saat ini pemerintah dan Bulog akan menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang harganya tidak melebihi HET dan bisa dijual kembali oleh pedagang dengan tetap dibawah harga HET serta tetap bisa meraup keuntungan.
“Saat ini memang kita swasembada pangan pangan, tetapi beras medium dan premium dipasar-pasar tradisional masih mahal. Pemerintah dan Bulog punya beras SPHP. Kami harap silakan bermitra dengan Bulog untuk bisa menjual beras SPHP,” jelasnya.
Patahudding menambahkan, Pemkab Luwu berharap pemerintah desa mendorong pembentukan kios pangan di desanya masing-masing dan dapat bermitra dengan Bulog dengan terlebih dahulu melengkapi administrasi sebagai pedagang sembako

“Saya harap di desa-desa bisa membentuk kios-kios pangan. Tidak susah ji membentuk kios pangan, buat dulu nomor indul berusaha di Dinas terkait. Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu dan memudahkan pedagang Sembako mengurus ijinnya tanpa dipungut biaya sepeserpun, sehingga nanti bisa bermitra dengan Bulog,” jelasnya lagi.
Hingga kini harga beras medium dan premium masih dijumpai berada di atas HET Rp 12.500/Kg0nya. Jumiati, salah seorang pedagang beras di Kamanre menjual beras kepala seharga Rp 140 ribu untuk kemasan 10 kilogram, atau senilai Rp 14 ribu pekilogramnya. Beras lokal yang dijual dengan harga Rp 15 ribu/kg. (rls)

Exit mobile version