MAROS, BKM — Jembatan gantung di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, mengalami kerusakan parah. Jembatan yang menjadi jalur penghubung utama ke Kelurahan Pallantikang ini, lantai pelatnya banyak terbuka dan nyaris copot.
Warga yang tetap melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat malam hari.
”Kerusakan ini sudah terjadi sebulan terakhir. Pelat jembatan berkarat dan keropos,” kata Camat Maros Baru, Abbas Maskur, Rabu kemarin.
Menurut Abbas, warga sebenarnya memiliki alternatif jalur lain lewat jalan poros. Namun, rute tersebut memutar hingga dua kilometer lebih jauh.
Bupati Maros, Chaidir Syam, memastikan perbaikan segera dilakukan. Chaidir menegaskan, proyek rehabilitasi jembatan sudah masuk APBD 2025 dengan pagu anggaran Rp200 juta.
”Proses tender sudah selesai. Rabu pekan ini mulai dikerjakan. Saya sudah minta pelaksana kerja ekstra cepat,” ujar Chaidir yang juga mantan ketua DPRD Maros.
Kontrak pekerjaan jembatan ini berlangsung 120 hari kalender. Namun, pemerintah berharap perbaikan bisa rampung lebih cepat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif, menyebutkan, beberapa komponen jembatan harus diganti.
”Pelat lantai, bracing bawah, hingga sambungan las besi rusak. Panjang jembatan sekitar 100 meter,” jelasnya. (ari/c)
