MAKASSAR, BKM–Kiprah mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Abdul Hayat Gani memimpin sebuah partai politik (Parpol) di Sulawesi Selatan masih diragukan oleh pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Prof Dr Sukri Tamma.
Prof Sukri Tamma menilai Abdul Hayat Gani selaku Plt Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW Partai Perindo Sulsel, yang belum lama ini memimpin memiliki kapasitas untuk menakhodai partai.
Namun, ia mengingatkan tantangan besar yang akan dihadapi Perindo sebagai partai baru dengan nilai jual politik yang belum sekuat partai mapan.
“Seorang Ketua, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sebaiknya tokoh yang dikenal publik dan mampu mengelola partai dengan beragam kepentingan. Abdul Hayat Gani punya kapasitas dan modal itu,” ucap Sukri yang juga Dekan Fisip Unhas, Jumat (1/8).
Meski begitu, Sukri menyoroti pengalaman politik Abdul Hayat yang selama ini lebih dikenal sebagai birokrat tulen.
Menurutnya, ini bisa menjadi pertanyaan sekaligus tantangan ke depan, baik bagi dirinya maupun Perindo Sulsel.
“Secara internal dia harus memperkuat soliditas kader, memastikan mesin partai bekerja maksimal. Ke depan, menyiapkan kader untuk 2029 juga penting karena empat tahun itu bukan waktu yang lama dalam politik,”jelasnya.
Selain penguatan internal, Sukri menekankan pentingnya membangun citra eksternal.
Ia menyebut Perindo perlu mendorong kinerja kader di DPRD kabupaten/kota agar menjadi ‘marketing person’ yang mampu menarik simpati publik.
“Perindo masih membutuhkan positioning image sosial yang kuat. Partai ini tidak punya sosok sentral seperti PDIP dengan Megawati atau Gerindra dengan Prabowo. Basis Pak Hary Tanoe lebih pada pengusaha, bukan figur politik yang biasa tampil di depan publik,” tambah Sukri.
Ia menilai jika Abdul Hayat mampu memanfaatkan modal yang ada sambil membangun daya tarik partai di mata masyarakat, Perindo Sulsel bisa berkembang menjadi kekuatan baru di peta politik daerah. (jun/rif)
