Site icon Berita Kota Makassar

Praktik Canggih Pengiriman Sabu Senilai Rp16 Miliar

PAREPARE, BKM — Masa jabatan AKBP Indra Waspada Yudha sebagai Kapolres Parepare terhitung baru 22 hari. Walau masih seumur jagung, namun ia telah mampu mengukir prestasi yang prestisius.
Perwira menengah yang resmi dilantik 8 Juli 2025 sebagai Kapolres Parepare ini langsung tancap gas membuktikan komitmennya dalam pemberantasan narkotika.

Tak tanggung-tanggung, hampir 20 kilogram sabu berhasil digagalkan peredarannya oleh jajaran Polres Parepare pada Minggu pagi, 27 Juli 2025.
Pengungkapan kasus ini dirilis Kapolres Parepare, Jumat (1/8). Barang haram bernilai sekitar Rp16 miliar itu diamankan dari seorang penumpang KM Dharma Verry III berinisial SH, yang baru saja turun di Pelabuhan Nusantara Parepare dari rute Batulicin, Kalimantan Selatan.

Pengungkapan ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan aparat, tetapi juga menyoroti semakin canggihnya modus operandi para pelaku kejahatan narkotika.
”Tersangka SH kedapatan membawa koper berisi 20 bungkus sabu bermerek “naga api” –label yang dikenal dalam jaringan narkoba lintas daerah– mengaku dikendalikan oleh sosok misterius bernama “Mandor” via aplikasi Signal,” terang AKBP Indra.

Dari hasil pemeriksaan polisi, SH dilengkapi dengan empat KTP palsu dengan foto yang sama, menunjukkan upaya sistematis untuk mengaburkan identitasnya. Lebih mengejutkan lagi, dana operasional dikirim dalam bentuk mata uang kripto melalui platform BYBIT. Hal ini menandakan keterlibatan jaringan yang memahami teknologi untuk menghindari pelacakan.

Target Makassar, Upah Rp160 Juta

Dari pengakuan tersangka, sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Makassar untuk diserahkan kepada seseorang berinisial M (saat ini berstatus DPO). Ia dijanjikan bayaran sebesar Rp8 juta per bungkus. Meski hasil tes urine SH negatif, penyidik tetap menjeratnya dengan pasal berat dalam Undang-Undang Narkotika yang memungkinkan hukuman maksimal mati.

Kapolres AKBP Indra menyebut, keberhasilan ini berarti menyelamatkan setidaknya 98.780 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. ”Laboratorium forensik Polda Sulsel telah mengonfirmasi bahwa isi dari paket tersebut merupakan sabu berkadar tinggi, memperkuat bahwa ini bukan kasus kecil atau insiden satu arah,” jelasnya.

Sebagai mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKBP Indra bukan orang baru dalam urusan narkotika. Namun gebrakannya dalam waktu kurang dari sebulan menjabat, mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin lapangan yang tak hanya memahami medan, tetapi juga berani bertindak cepat dan tegas.

Kepolisian kini fokus menelusuri jaringan lebih luas, termasuk potensi keterlibatan sindikat internasional yang memanfaatkan jalur laut antar pulau sebagai rute penyelundupan.

Pengungkapan ini menjadi tamparan keras bagi jaringan narkoba dan sekaligus menjadi alarm bahwa aparat kepolisian kini bergerak lebih sigap, cerdas, dan modern. Bagi masyarakat, prestasi ini juga menjadi ajakan untuk lebih waspada dan berperan serta dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. (ady/b)

Exit mobile version