MAKASSAR, BKM–Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar dialokasikan untuk pengelolaan lingkungan.
Pos anggaran yang memungkinkan untuk digunakan adalah Dana Kelurahan.
“Kami mengusulkan ke Bappeda, sekiranya mungkin 2026 dana kelurahan yang cukup besar itu kita minta juga alokasinya disiapkan untuk pengolahan lingkungan,” beber Helmy, akhir pekan lalu.
Dia melanjutkan urusan lingkungan tidak melulu urusan dinas melahirkan menjadi tanggung jawab bersama hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW.
Menurut Helmy, semakin besar anggaran yang dikelola untuk lingkungan hidup, akan membekukan dampak yang lebih baik bagi lingkungan hidup.
Apalagi seperti diketahui, di era kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (Mulia), komitmen untuk pengelolaan lingkungan hidup yang semakin baik.
“Tentu kita mau anggaran itu bisa di push, semakin besar semakin bagus. Ya paling tidak selain sosialisasi kita minta nanti pengadaan sarana dan prasarana khususnya. Mungkin tempat sampah pilah biopori, komposting, maggot dan sebagainya itu masuk juga menjadi bagian dari penggunaan Dana Kelurahan,” kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP).
Dia menambahkan, banyak rencana-rencana aksi yang akan dilakukan ke depan untuk pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.
Mulai mengaktivasi kembali bank sampah, pembentukan P3 SR di setiap kecamatan, membuat biopori sebagai tempat resapan air, dan banyak aksi lagi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengelola kebersihan kota secara sistematis dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa diserahkan pada satu instansi saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari SKPD hingga ke tingkat RT dan RW.”Kita tidak bisa lagi berjalan dengan ego sektoral,” imbuhnya.
Wali Kota juga memaparkan berbagai program prioritas lingkungan yang akan digerakkan hingga ke tingkat RT.
Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari ekosistem besar pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Appi juga menargetkan bertumbuhnya lebih banyak bank sampah dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di seluruh kecamatan. (rhm)

