MAKASSAR, BKM — Prof. Tasrifin Tahara, Guru Besar Antropologi Universitas Hasanuddin (Unhas) dipercaya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Timor Leste. Menurut rencana, Prof. Tasrifin akan berangkat ke tempat tugas pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Dalam rangka melepas ke tempat tugas yang baru, rekan-rekan sejawat Prof. Tasrifin yang tergabung dalam Komunitas Obrolan Baruga FISIP Unhas mengadakan silaturahmi dan ramah tamah di Rumah Kopi Masagena, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (4/8/2025) malam.
Hadir dalam pertemuan ini beberapa figur yang merupakan bagian dari Komunitas Obrolan Baruga, antara lain Tommy S. Yulianto (mantan Wakil Bupati Bulukumba), Irwan Ade Syaputra (Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan), dan Rijal Syuaib (Komisioner Bawaslu Kota Makassar).
Hadir juga Ali Gauli (Direktur Utama PD Pasar), Zulhajar (anggota DPRD Kota Makassar), Ishaq Rahman (Kabid Humas Unhas), Muharram Madjid (Dewan Pengawas PD Pasar), Sawedi Muhammad (Sekretaris Rektor Unhas), dan Fauzi A Wawo (Wakil Ketua DPRD Sulsel), serta rekan-rekan sejawat Prof. Tasrifin lainnya.
Ketua IKA Antropologi Unhas, Johamran Muhammad, menjelaskan bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk menjalin keakraban di antara sesama rekan sejawat. Sekaligus bentuk dukungan moral bagi Prof. Tasrifin yang akan membawa misi negara.
“Kami berharap Prof. Tasrifin dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai wakil Indonesia di negara tetangga,” kata Johamran.
Prof. Tasrifin Tahara adalah alumni Antropologi FISIP Unhas angkatan 1994. Ia dikenal sebagai sosok yang tangguh dan ringan tangan. Berbagai testimoni diungkapkan oleh rekan-rekannya di Obrolan Baruga.
“Setiap ada warga terlantar dari Buton yang harus dipulangkan ke kampung asal, saya selalu hubungi Prof. Iping. Bahkan pernah satu keluarga yang butuh bantuan tiket, dia turun tangan membantu,” kata Masri Tadjudin Ros, sejawat yang pernah bertugas di Dinas Sosial Kota Makassar.
Pertemuan santai dan meriah yang berlangsung di Rumah Kopi Masagena, Jl. Pengayoman Makassar ini berlangsung penuh tawa dan canda. Sesekali juga diselingi kisah-kisah lucu, sedih, dan mengharukan.
Prof. Tasrifin Tahara mengungkapkan apresiasi atas kepedulian rekan-rekan terdekatnya. Dirinya berharap dapat memberi kontribusi bagi hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor Leste, melalui serangkaian program yang sudah dirancang.
“Saya sangat terharu atas atensi dan dukungan sahabat-sahabat saya. Dalam keadaan bagaimanapun, silaturahmi akan selalu kita jaga,” kata Prof. Tasrifin.(*)

