Site icon Berita Kota Makassar

Bawaslu RI Gelar Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik di Makassar-Gowa

MAKASSAR, BKM–Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad menegaskan pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan Pemilu.
“Keterbukaan informasi itu penting, karena dari informasi inilah kita bisa mendapatkan data-data penanganan pelanggaran Pemilu dan pemilihan sebelumnya sehingga Bawaslu juga bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk pemilu ke depannya,”ujar Saiful Jihad
ketika menjadi pembicara pada Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan di Gedung Graha Pena Makassar, Rabu (13/8).

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 60 peserta di masing-masing tempat yang terdiri dari perwakilan LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, organisasi mahasiswa, pemilih pemula, serta panitia dari Bawaslu RI.

Forum ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keterbukaan informasi publik dalam pengawasan pemilu, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam melaporkan dugaan pelanggaran.
Terpisah, di Aula Resto Bebek Pinggir Sawah, Kabupaten Gowa, Anggota Bawaslu Sulsel Alamsyah menekankan peran publik sebagai bagian penting dalam ekosistem pengawasan pemilu.

“Bawaslu adalah bagian dari lembaga publik sehingga tentu peran aktif dari peserta sangat dibutuhkan untuk melaporkan informasi-informasi dugaan pelanggaran. Forum seperti ini perlu ada. Kami berharap peserta dapat memberikan saran agar kita sama-sama memantapkan penegakan demokrasi supaya lebih maju lagi,”ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi, S.Pd., M.M. menegaskan bahwa peran masyarakat dimulai dari penyampaian informasi awal yang akan ditindaklanjuti oleh pengawas pemilu.

“Masyarakat diharapkan menyampaikan informasi awal, nanti pengawas pemilu yang melakukan penelusuran dan pendalaman untuk menentukan adanya dugaan pelanggaran atau tidak,”jelas Puadi.
Dengan adanya forum ini, Bawaslu RI berharap keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan pemilu semakin meningkat, sehingga pelaksanaan demokrasi di Indonesia dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. (rif)

Exit mobile version