BULUKUMBA, BKM–Legislator Partai Golkar selaku Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba, Hj Astati Tajuddin memuji transformasi pelayanan kesehatan di RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba.
Astati Tajuddin yang merupakan legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Gantarang dan Kindang ini, menilai, transformasi pelayanan kesehatan di RSUD Bulukumba bukan sebatas wacana. Sebab di RSUD, akan dibangun satu gedung lagi yang memiliki fungsi fundamental.
“Kabarnya tahun ini akan dibangun gedung perawatan pusat jantung terpadu. Saya kira ini transformasi yang luar biasa,” kata Astati Tajuddin, Jumat (22/8).
Menurut dia, RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba adalah rumah sakit kebanggaan masyarakat Bumi Panritalopi. Dengan dibangunnya fasilitas itu, masyarakat akan lebih terlayani di sektor kesehatan.
“Selama ini rumah sakit dengan perawatan jantung hanya di Makassar. Nah dengan dibangunnya gedung perawatan jantung di RSUD Bulukumba, maka akan mendekatkan pelayanan. Sehingga masyarakat tidak jauh-jauh lagi ke Makassar,” ungkap Astati Tajuddin.
Politisi berlatar pengusaha ini berpendapat, pembangunan gedung perawatan jantung tersebut, sesai dengan visi besar pemerintah daerah Bulukumba dalam mendekatkan pelayanan ke masyarakat, terutama pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut, Astati Tajuddin berharap agar gedung perawatan jantung di RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba bisa segera dibangun demi kemajuan dan kemudahan pelayanan di bidang kesehatan.
“Semoga secepatnya dibangun. Ini sebagai wujud peningkatan fasilitas kesehatan yang modern dan terintegrasi,” jelas owner dari Toko Istana Karpet Bulukumba tersebut.
Terpisah, Direktur RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, dr Rizal Ridwan Dappi membenarkan rencana pembangunan gedung perawatan pusat jantung terpadu. Dia menguraikan, rencana pengerjaannya dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat, pembangunan gedung pusat perawatan jantung terpadu yang insya Allah pekerjaannya dimulai bulan ini dan akan berakhir pada Desember 2025. Semoga di tahun 2026 sudah bisa dioperasionalkan,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun, rencana peletakan batu pertama pembangunan gedung perawatan jantung dilaksanakan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung perawatan jiwa.(ful/rif)

