BULUKUMBA, BKM – Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Peternakan Aulia Unggas, Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pengabdian kepada masyarakat kali ini memilih tema “Manajemen Pemberian Pakan pada Ternak Unggas” yang berlangsung 23–24 Agustus 2025.
Pengabdian tersebut dihadiri beberapa dosen Departemen Nutrisi yakni Prof. Dr. Ir. Budiman, MP, Dr. Ir. Rohmiyatul Islamiyati,M.P., Dr. Rinduwati, S.Pt., MP., Dr. A. Mujnisa, S.Pt., MP., Dr. Ir. Anie Asriany, M.Si., dan Jamilah, S.Pt., M.Si.
Para akademisi ini hadir untuk berbagi ilmu sekaligus mendengar langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi peternak unggas setempat.
Dalam diskusi, sejumlah peternak menyampaikan keluhan terkait kenaikan harga jagung sebagai bahan pakan utama, serta rendahnya harga jual telur di pasaran.
Kondisi ini, menurut peternak, dinilai berpotensi merugikan peternak jika berlangsung dalam jangka panjang.
Sebagai langkah efisiensi, beberapa peternak memilih memelihara ayam petelur sejak fase DOC (Day Old Chick) dibanding membeli pullet, karena dinilai lebih hemat biaya produksi.
Mewakili tim dosen, Dr. A. Mujnisa memberikan pemaparan mengenai strategi manajemen pakan unggas.
Ia menekankan pentingnya formulasi ransum yang seimbang agar ayam tidak mengalami kegemukan.
Ayam yang terlalu gemuk, katanya, memiliki performa produksi telur yang lebih rendah karena energi dan nutrisi yang seharusnya untuk produksi telur dialihkan untuk penimbunan lemak.Untuk mencegahnya, perlu kontrol pakan (terutama energi dan protein), monitoring berat badan, serta memastikan kecukupan nutrisi dan kenyamanan kandang.sebab hal tersebut dapat menurunkan produktivitas telur.
Selain itu, Dr. Mujnisa, juga membagikan sejumlah tips meramu pakan alternatif yang lebih efisien, tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi ayam petelur.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peternak unggas di Bulukumba menghadapi fluktuasi harga bahan baku pakan, sekaligus meningkatkan pengetahuan mereka dalam manajemen pakan yang tepat. Dengan demikian, produktivitas usaha peternakan dapat tetap terjaga, meskipun tantangan harga terus berlangsung.(rls)
