MAKASSAR, BKM–Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merekrut 2.000 kader di setiap kabupaten/kota dinilai pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Andi Ali Armunanto, sebagai langkah ambisius yang tidak mudah diwujudkan.
Menurutnya, perekrutan besar-besaran tersebut memerlukan kapasitas organisasi yang kuat sekaligus pendanaan yang besar.
“Kalau kita lihat performanya, merekrut 2.000 kader itu bukan hal yang mustahil. Tapi membutuhkan kapasitas organisasi yang memadai. Karena melakukan rekrutmen, membentuk struktur partai, lalu melakukan kaderisasi terhadap 2.000 orang di tiap kabupaten itu, saya rasa yang pertama tidak murah dan yang kedua tidak mudah,” kata Ali Armunanto, Senin (25/8).
Ia menilai, tanpa metode khusus dalam pendanaan maupun jaringan organisasi yang luas, target itu akan sulit tercapai.
“Saya tidak bilang impossible, tapi agak sulit dilakukan kecuali mereka punya metode khusus, pendanaan besar, dan jaringan organisasi yang besar,” jelasnya.
Ali Armunanto menilai strategi Gelora tersebut seakan ingin mencitrakan diri sebagai partai massa. “Sepertinya Gelora mencoba mencitrakan diri sebagai partai massa, tapi partai massa itu bukan direkrut, melainkan rakyat yang bergerak membentuk gerakan politik,” tambahnya.
Meski begitu, ia mengakui jika target perekrutan tersebut tercapai, hal itu bisa berdampak langsung terhadap perolehan suara pada Pemilu 2029.
Sebelumnya Kepengurusan baru Partai Gelora hasil Musyawarah Nasional (Munas) I di Jakarta Desember 2024 lalu, telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum (Menkum) RI Supratman Andi Agtas 18 Juni 2025 lewat Surat Keputusan Nomor M.HH-7.AH.11.02 Tahun 2025 tentang Pengesahan Kepengurusan DPP Partai Gelora 2024-2029.
Pengesahan tersebut, berdasarkan permohonan dari DPP Partai Gelora Nomor 001/SPm/DPP-GLR/II/2025 perihal permohonan Perubahan AD dan ART, serta Perubahan Kepengurusan DPP Partai Gelora.
“Alhamdulillah Kementerian Hukum RI telah menerbitkan SK Menteri Hukum untuk kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Senin (25/8).
Kabar tersebut, disampaikan Mahfuz Sidik saat pelantikan kepengurusan DPW dan KWSB DPD Partai Gelora Periode 2024-2029 di Gelora Media Center (GMC), Jakarta, Sabtu (23/8).
Selain itu, DPP Partai Gelora juga telah mengeluarkan SK baru mengenai penambahan personil di struktur untuk mengakamodir nama-nama yang belum masuk dalam kepengurusan, dan akan segera didaftarkan ke Kemenkum penambahannya.
Kepengurusan di DPP Partai Gelora 2004-2029 terdiri dari beragam usia. Yakni Gen Z 8,63 persen, Milenial 28,27 persen, Gen X 54, 56 persen dan Baby Boomer 8,63 persen. Sedangkan berdasarkan komposisi gender sebanyak 68, 75 persen laki-laki dan 31,25 persen perempuan.
Dalam susunan kepengurusan tersebut, Ketua Umum Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekjen Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, dan Ketua DPP Koordinator Pelaksana Harian Rofi Munawar. (jun/rif)
