pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

‎Anak Mantan Rektor dan Keponakan Pencipta Mars Unhas Daftar Calon Rektor, Empat Berkas Belum Lengkap

Dr Zulfajri Basri Hasanuddin resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor di lantai 4 Gedung Rektorat Unhas.

MAKASSAR, BKM – Dinamika pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 makin berwarna.

Jumat (29/8/2025), Dr Zulfajri Basri Hasanuddin resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor di lantai 4 Gedung Rektorat Unhas. Ia menjadi pendaftar keenam yang ikut dalam kontestasi akademik bergengsi itu.

‎Namun yang membuat kehadiran Zulfajri mencuri perhatian bukan hanya statusnya sebagai akademisi, melainkan ikatan historis dan emosionalnya dengan kampus merah.

Zulfajri adalah putra dari Prof Basri Hasanuddin, rektor Unhas dua periode, sekaligus keponakan Hamzah Daeng Mangemba (HD Mangemba), pencipta Mars Unhas yang melegenda.

‎”Universitas Hasanuddin bukan sekadar kampus bagi saya. Ada benang merah emosional yang kuat di dalamnya. Tapi saya tegaskan, pencalonan ini murni inisiatif pribadi, bukan karena dorongan atau endorsement dari ayah saya,” tegasnya di hadapan panitia.

‎Zulfajri menegaskan dirinya maju bukan karena garis keturunan, melainkan komitmen intelektual.

Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik, mulai dari anggota Dewan Riset Nasional (DRN) periode 2012–2018, Dekan Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), hingga Wakil Rektor I Unsulbar.

“Di setiap forum akademik, saya selalu mencantumkan logo Unhas. Itu bukti cinta saya pada kampus ini,” ungkapnya.

‎Meski begitu, proses pendaftarannya sempat menimbulkan catatan. Panitia menyatakan masih ada empat berkas yang belum lengkap, mulai dari sertifikat pendidik hingga surat pernyataan kode etik dosen.

Zulfajri mengakui kekurangan itu lantaran ia hanya mengacu pada daftar persyaratan di portal resmi Unhas. “Segera saya lengkapi tidak ada yang serius. Pendaftaran ini tetap sah,” katanya.

‎Lebih jauh, Zulfajri mengusung gagasan besar terkait transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Ia menyebut Unhas harus berani mengantisipasi era disrupsi dengan inovasi tata kelola berbasis teknologi.

“Sebagai dosen teknik, saya merasa terpanggil. AI dan digitalisasi bukan ancaman, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, laju perkembangan Unhas bisa lebih cepat,” ujarnya.

‎Di akhir penyampaiannya, Zulfajri menekankan bahwa dirinya siap berkompetisi secara sehat.

“Saya percaya objektivitas Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik dalam menilai visi-misi. Siapapun yang terpilih, kita tetap harus bergandengan tangan membangun Unhas,” ucapnya.

‎Dengan pendaftaran ini, atmosfer politik kampus Unhas semakin memanas. Figur akademisi dengan garis keturunan kuat, rekam jejak riset nasional, hingga visi digitalisasi, menambah kompleksitas persaingan menuju kursi rektor Unhas 2026–2030. (ita)



×


‎Anak Mantan Rektor dan Keponakan Pencipta Mars Unhas Daftar Calon Rektor, Empat Berkas Belum Lengkap

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link