Site icon Berita Kota Makassar

Respons Peristiwa Pembakaran Gedung DPRD, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Keluarkan Pernyataan Sikap

MAKASSAR, BKM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan merespons peristiwa pembakaran gedung DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar. Ketua PWM Sulsel Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 29-30 Agustus 2025.

”Peristiwa tragis ini tidak hanya menghanguskan simbol rumah rakyat, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa dan menimbulkan luka mendalam bagi keluarga serta masyarakat. Doa dan empati kami untuk keluarga para korban, serta penghargaan kepada semua pihak yang berupaya menenangkan keadaan dan melakukan penanganan darurat,” tulis pernyataan Ketua PWM Sulsel yang diterima Berita Kota Makassar.

PWM Sulsel mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri. ”Jaga keteduhan sosial, hindari tindakan yang memperluas kerusakan dan jatuhnya korban baru. Nilai kearifan lokal –Sipakatau, Sipakainge’, Sipakalebbi serta Siri’ na Pacce—- menuntun kita untuk saling memuliakan dan mencegah mudarat,” imbuhnya.

PWM juga mendorong pembukaan ruang dialog dan musyawarah. Bahkan siap memfasilitasi forum yang mempertemukan unsur pemerintah provinsi/kota, DPRD, kepolisian/TNI, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, ormas, tokoh agama dan adat, agar aspirasi tersalur melalui kanal yang konstruktif.

”Menangkal provokasi dan disinformasi. Warga agar merujuk pada sumber resmi dan tidak menyebarkan konten yang memanaskan situasi. Insan pers diharapkan mengedepankan verifikasi, akurasi, dan etika pemberitaan,” tambahnya .

Kepada para khatib dan muballigh, PWM Sulsel mengajak untuk menguatkan pesan damai dalam khutbah/tausiyah: menjaga jiwa (hifz an-nafs) dan harta (hifz al-mal) adalah tujuan mulia syariat; “Allah tidak menyukai kerusakan di bumi” (QS. Al-Baqarah: 205).

”Akhirnya, kami mengetuk hati seluruh warga Sulawesi Selatan untuk kembali merapatkan barisan kebangsaan: menjaga persaudaraan, memperkuat keadaban publik, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang jernih. Semoga Allah Swt menjaga daerah ini dalam kedamaian dan keselamatan,” tutupnya. (*)

 

Exit mobile version