GOWA, BKM — Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Darmawangsyah Muin (DM) menegaskan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sangat penting. Menurut Wabup Gowa, SPIP ini sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi.
Hal ini ditegaskan Wabup Gowa saat membuka kegiatan Penilaian Maturitas dan Penjaminan Kualitas SPIP Terintegrasi di Hotel Ibis Style Makassar pada Jum’at (29/8).
Dikatakan DM, SPIP ini adalah instrumen manajerial untuk memastikan setiap kebijakan dijalankan sesuai prinsip akuntabilitas. Saat ini kata DM, Pemerintah Kabupaten Gowa terus berupaya melakukan penguatan tata kelola pemerintahan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
”Melalui proses penilaian yang sistematis, pemerintah daerah dapat memitigasi risiko penyelenggaraan program, menjaga keandalan laporan keuangan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi. SPIP ini adalah jaminan agar setiap kebijakan dijalankan secara transparan dan akuntabel,” kata Wabup Gowa.
Kegiatan yang melibatkan seluruh asesor perangkat daerah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman, menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas penilaian mandiri SPIP.
”Saya mengapresiasi dedikasi para asesor dari seluruh perangkat daerah yang hadir. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Kebersamaan seluruh perangkat daerah menjadi modal besar dalam memperkuat tata kelola. Dengan begitu, Gowa dapat melangkah lebih jauh menuju pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan,” tambah DM.
Diakuinya, kegiatan ini mengedepankan asistensi teknis, diskusi dan finalisasi dokumen penilaian. Selain itu fokus penguatan diarahkan pada aspek manajemen risiko yang masih perlu ditingkatkan berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya.
”Dengan dukungan semua pihak, saya optimis hasil kegiatan ini akan memperkuat pondasi tata kelola dan menjadi pijakan menuju pemerintahan yang semakin transparan, efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
DM juga menegaskan, keberhasilan SPIP akan tercermin pada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Sistem pengendalian internal yang matang tidak hanya memperkuat keuangan daerah, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan publik.
”SPIP yang kuat akan memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” kata DM.
Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Agus Harahap, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para asesor terhadap metode penilaian maturitas SPIP Terintegrasi. Sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan penilaian mandiri sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
”Pemahaman asesor mengenai SPIP Terintegrasi ini harus lebih mendalam lagi dan memastikan proses penjaminan kualitas berjalan sesuai standar yang berlaku,” tandas mantan Kabag Umum Setkab Gowa ini. (sar)
