PINRANG, BKM — Bupati Pinrang HA Irwan Hamid menegaskan komitmennya menjaga stabilitas daerah menghadapi dinamika sosial yang belakangan ini semakin terasa di tengah masyarakat. Pemkab memastikan bahwa ketertiban dan keamanan di tengah-tengah masyarakat patut dikedepankan.
”Kami siap mengawal dan menjaga stabilitas daerah dalam menghadapi dinamika yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar
Irwan usai menghadiri pengarahan Menteri Dalam Negeri Muh Tito Karnavian di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (11/9).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel A. Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulsel. Dalam forum itu, Mendagri menyoroti potensi gejolak sosial yang bisa mengganggu ketenteraman masyarakat jika pemerintah daerah tidak sigap mengambil langkah antisipatif.
“Pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat, merespons cepat setiap dinamika sosial agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tegas Mendagri Tito.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Irwan menyatakan siap menindaklanjuti secara konkret. Menurutnya, kondisi aman yang selama ini terjaga di Pinrang bukanlah hal yang datang begitu saja, melainkan hasil sinergi erat antara pemerintah, masyarakat, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Stabilitas adalah fondasi pembangunan. Dengan suasana aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang, sementara pemerintah fokus memberikan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
Irwan juga mengapresiasi peran masyarakat Pinrang yang dinilai sangat aktif menjaga harmoni dan persatuan di tengah dinamika sosial. Ia menekankan pentingnya memperluas jalinan kebersamaan itu hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Hubungan erat yang sudah terjalin di Forkopimda harus dirasakan langsung oleh masyarakat di lapisan terbawah. Dengan begitu, mereka bukan hanya merasa aman, tetapi juga merasakan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Pemkab lanjut Irwan, akan terus mengedepankan pola kolaboratif dalam meredam potensi konflik sosial, baik melalui pendekatan persuasif maupun penguatan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Pinrang harus tetap menjadi rumah yang aman, harmonis, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemkab Pinrang berharap seluruh warga dapat merasakan manfaat nyata berupa lingkungan yang kondusif, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta percepatan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. (ady/C)
