MAKASSAR, BERITAKOTAMAKASSAR.COM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata menggagas satu program menarik untuk mendorong wisatawan, baik lokal maupun manca negara datang ke Makassar.
Program tersebut bernama “Attayang Sunset” yang jika di Indonesiakan berarti Menanti Sunset atau matahari terbenam.
Menanti sunset di Pantai Losari merupakan salah satu momen yang banyak ditunggu untuk menikmati keindahan di kota Daeng ini.
Menikmati semburat merah langit sambil menyaksikan matahari perlahan-lahan turun di peraduannya merupakan pengalaman berkesan.
Apalagi, sunset di Pantai Losari merupakan salah satu sunset yang paling indah dan tiada duanya.
Melalui program Attayang Sunset, para pengunjung tidak hanya disuguhkan eksotisme matahari terbenam, namun diiringi dengan pagelaran tari dan budaya.Program tersebut mulai dilaksanakan Sabtu (13/9) petang.
Saat Attayang Sunset diselenggarakan, ada sekumpulan wisatawan asal negara Malaysia yang sangat beruntung bisa menyaksikannya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Maksssar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, Attayang Sunset merupakan salah satu program yang digelar untuk memperkuat daya tarik pariwisata di Makassar.
“Program ini menghadirkan pertunjukan budaya Sulawesi Selatan yang bisa diinikmati secara terbuka dan gratis, dengan latar belakang Kapal Phinisi dan Masjid 99 Kubah yang ikonik serta panorama matahari terbenam yang memukau,” ungkap Achmad Hendra.
Dia melanjutkan, pihaknya menyuguhkan street performance berupa tradisi budaya Sulawesi Selatan, seperti yang diamanatkan oleh Bapak Wali Kota, agar Pantai Losari kembali menjadi ruang hidup yang menyatu dengan masyarakat.
Attayang Sunset ini rencananya akan dilaksanakan sebulan sekali.
“Kami uji coba pilot project dan Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi,” tambah Hendra.
Mantan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar itu mengatakan dengan hadirnya even Attayang Sunset, pengunjung tidak hanya menikmati infrastruktur Pantai Losari, tapi juga merasakan budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja secara langsung.
Didi Leonardo Manaba, Owner Irama Suka Tours and Travel, turut mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pertunjukan budaya yang ditampilkan menjadi bukti nyata bahwa Makassar aman dan siap menyambut wisatawan pasca situasi sosial yang sempat terjadi.
“Ini adalah bentuk welcoming yang luar biasa. Kami bangga bisa meyakinkan wisatawan datang ke Makassar, khususnya dari Malaysia, bahwa Makassar adalah destinasi yang ramah dan damai,” katanya.
Salah satu wisatawan asal Malaysia, Datuk Anad Krisna mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali berkunjung ke Makassar.
“Seronok (menyenangkan) sekali melihat penampilan budaya Makassar. Makanannya pun enak, (pisang ijo, pisang epe, pallubasa) semua akan saya coba,” ujarnya.
Attayang Sunset diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan internasional dan domestik untuk menjelajahi kekayaan budaya Makassar secara lebih mendalam. (rhm)
