SINJAI, BKM– Penemuan bayi di Dusun Bole, Desa Saohiring, Kecamatan Sinjai Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Saat ini, bayi dan ibunya tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sinjai.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menegaskan komitmennya terhadap keselamatan bayi dan dukungan kepada keluarga.
“Saya selaku Bupati Sinjai sangat prihatin atas bayi yang ditemukan warga. Atas hal ini, pemerintah daerah memberikan perhatian serius sejak bayi ditemukan. Baik melalui petugas Puskesmas, pemerintah desa, maupun pihak RSUD Sinjai,” ucapnya, Selasa (16/09/2025).
Tak hanya memastikan kesehatan bayi, Bupati juga menyampaikan bahwa pendampingan terhadap orang tua menjadi prioritas.
“Kami sudah instruksikan, baik itu kepada Dinas Kesehatan maupun RSUD, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Sosial untuk memberikan penanganan baik kepada bayi, maupun orang tuanya,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, menjelaskan kronologi penanganan bayi tersebut. Setelah laporan dari Kepala Desa Saohiring, bidan desa langsung melakukan pertolongan pertama dan merujuk bayi ke Puskesmas pada pukul 08.45 WITA untuk perawatan lanjutan.
“Teman-teman bidan langsung melakukan tindakan sesuai tata laksana bayi baru lahir. Sekitar pukul 08.45 WITA, bayi dirujuk ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lanjutan,” ungkapnya.
Dengan berat badan hanya 2,3 kilogram, bayi kemudian dirujuk ke RSUD Sinjai sekitar pukul 13.35 WITA untuk observasi lebih intensif. Pemerintah daerah memastikan ibu bayi juga mendapatkan perawatan serius di rumah sakit.
“Fokus kami adalah memberikan penanganan serius baik kepada bayi maupun ibunya. Intinya, masalah ini sudah kita tangani secara berjenjang dari bawah,” kata dr. Emmy.
Bayi tersebut ditemukan warga pada Senin (15/09/2025) pagi sekitar pukul 07.30 WITA, dalam kondisi masih berlumuran darah dengan tali plasenta yang melilit di tubuhnya. Penemuan ini memicu respons cepat dari aparat desa dan tenaga medis untuk menyelamatkan nyawa bayi dan ibunya.
