MAKASSAR, BKM– Partai Golkar Kota Makassar menegaskan langkah tegas menjaga marwah dan integritas organisasi dengan merombak struktur kepengurusan internal. Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan tidak ada ruang bagi kader yang merangkap jabatan strategis di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini untuk memastikan kepentingan politik tidak tercampur dengan urusan bisnis daerah.
“Kami komitmen menjaga integritas dengan merombak struktur kepengurusan. Tidak ada ruang bagi kader yang merangkap jabatan strategis di BUMD agar kepentingan politik tidak tercampur dengan urusan bisnis daerah. Golkar Makassar berdiri di atas kepentingan publik. Karena itu, jabatan politik dan kepentingan bisnis daerah tidak boleh tumpang tindih. Ini komitmen yang harus dijaga,” ungkapnya.
Apalagi, Pergantian antar waktu di pengurusan organisasi dilakukan sesuai mekanisme organisasi melalui rapat pleno, memastikan roda organisasi tetap berjalan normal dan memberi penyegaran bagi pengurus. Proses ini juga menjadi pesan moral bahwa partai menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.
“Ini juga kami jadikan sebagai konsolidasi di tingkat kecamatan. Penyerahan SK kepengurusan menjadi dorongan agar pengurus segera bergerak menyusun program kerja, menjaga soliditas, dan lebih dekat dengan masyarakat jelang agenda politik ke depan.” jelasnya.
Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Andi Suharmika, menuturkan pergantian antar waktu (PAW) dilakukan sesuai mekanisme organisasi melalui rapat pleno. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan normal, tetapi juga memberi penyegaran di tubuh kepengurusan.
“PAW ini juga menjadi pesan moral bagi semua kader bahwa partai menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Dengan begitu, konsolidasi organisasi akan semakin kuat,” katanya.
Momentum perombakan kepengurusan ini juga menjadi titik awal memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan. Penyerahan SK kepengurusan, lanjut Suharmika, diharapkan menjadi energi baru agar pengurus segera bergerak menyusun program kerja, mempererat soliditas, serta lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan konsolidasi ini, Golkar Makassar menargetkan kesiapan penuh menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu dan Pilkada. (ita/rif)
