BeritaKotaMakassar.Com — Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Senin (23/9) pagi. Letusan tercatat mencapai 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi terjadi pukul 05.28 WIB dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu, mengarah ke barat daya dan barat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebut erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 139 detik. Sebelumnya, Semeru juga meletus pada pukul 00.54 WIB dengan amplitudo serupa selama 182 detik, meski letusan tidak teramati secara visual.
Aktivitas vulkanik kembali tercatat pukul 02.43 WIB dengan kolom abu setinggi 700 meter. Letusan disertai amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 164 detik. Selanjutnya, pada pukul 04.44 WIB, erupsi terjadi dengan kolom abu 500 meter atau 4.176 mdpl, amplitudo 21 mm, dan durasi 110 detik.
PVMBG memastikan status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Selain itu, warga diminta menjauhi jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer.
Masyarakat juga diimbau tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah Semeru demi menghindari bahaya lontaran batu pijar. PVMBG menegaskan kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama di kawasan yang rawan terhadap lontaran material vulkanik maupun aliran lava pijar.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Semeru. Sungai yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya yang rawan terdampak lahar.(jp)
