MAKASSAR, BKM — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, pada Rabu (24/9) usai melaksanakan salat subuh, memantau lokasi pasca-perang kelompok (Perpok) atau bentrok antar warga di wilayah hukum Polsek Tallo. Saat itu kondisi sudah kondusif.
Namun, para pelaku pembusuran dan pembakaran motor serta mobil masih dalam penyelidikan. Dalam pemantauan tersebut, Kapolrestabes Makassar memerintahkan anggota kepolisian melakukan penjagaan dititik-titik kumpul massa.
Dalam penjagaan tersebut melibatkan Satpol PP, Brimob dan juga anggota dari Kodim. Menurut Kapolrestabes Makassar terjadi bentrok antar-warga sebenarnya berasal dari permasalahan perselisihan antar lorong lembo, 148, kandea, Bunga Eja Baru, dan Layang.
”Dari hari pertama bentrok, kami kepolisian sudah mengumpulkan tokoh masyarakat, dan berbicara melalui program subuh keliling di mesjid. Bahkan, kami menggelar juga ngopi Kamtibmas di tempat dimana terjadinya tawuran. Kami meminta agar tidak ada lagi tawuran dan saling menjaga kondisi yang kondusif,” tutur Kapolrestabes.
Namun karena peringatan tidak diindahkan, sebagian kelompok yang melakukan tawuran juga membakar mobil bekas yang tidak terpakai diwilayah tersebut.
”Maka kami melakukan upaya preventif dengan menempatkan anggota patroli dan standby di wilayah tersebut sampai dengan pukul 04 pagi. Namun demikian, ketika anggota berganti lintas jaga, tawuran terjadi lagi,” tutur Kapolrestabes.
Kondisi tawuran kemarin yang menyebabkan lima rumah warga terbakar, ini tidak dapat dibiarkan. ”Kami akan mendalami pelakunya. Tentu akan kami tindak tegas. Termasuk pelaku pembusuran kepada korban sebelumnya yang terjadi di wilayah yang sama,” tegas Kapolrestabes Makassar. (jul)
