WAJO, BKM — Gelaran Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional atau MQK Internasional I Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo resmi berakhir. Pengumuman pemenang lomba disiarkan secara live melalui kanal Youtube As’adiyah Channel, Senin (6/10). Para pemenang dari dua kategori lomba, yakni majelis tafsir dan majelis fikih, diumumkan H. Endi Suhendi selaku perwakilan Kementerian Agama RI.
Kemenag RI juga menyiapkan hadiah uang pembinaan bagi para juara MQK Internasional di Wajo, yaitu Rp20 juta untuk juara pertama , Rp 15 juta untuk juara kedua, dan Rp 10 juta untuk juara ketiga.
Direktur Pesantren Kemenag Ri Basnang Said menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada masing-masing pemenang MQKI di Wajo.
Lomba Majelis Tafsir MQKI I juara pertama Muhammad Fauzan bin Abdullah (Malaysia), juara kedua Alwi Hisyam (Indonesia), juara ketiga Muhammaj (Vietnam), harapan satu Indonesia, harapan kedua dan ketiga Kamboja.
Lomba Majelis Fikih MQKI I juara pertama Muhammad Habib Yusra (Indonesia), juara kedua Nurul Afifah Balqis Binti Rusli (Malaysia), juara ketiga Wan Syaifuddin bin Wan Abd Ghani (Malaysia), harapan satu Indonesia, harapan kedua Brunei Darussalam dan harapan ketiga Kamboja.
“Alhamdulillah, MQK Internasional dan Nasional yang dihelat di Ponpes As’adiyah Sengkang Wajo telah selesai, dan secara keseluruhan berlangsung sukses dan lancar, semoga momentum ini bisa menjadi berkah dan membawa harum nama baik bagi Kabupaten Wajo Khususnya dan Sulsel pada umumnya,” ujar Kakanwil Kemenag Prov Sulsel, Ali Yafid, Senin (6/10).
Ali Yafid menghaturkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak dan stake holder yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan ini, partisipasi sekecil apapun itu sangat berarti dalam melancarkan jalannya event akbar ini. Termasuk Pemerintah, puhak Yayasan As’adiyah dan seluruh masyarakat Kabupaten Wajo, yang dengan segala keikhlasan dan ketulusannya menerima dan melayani seluruh kafilah yang datang baik yang dari seluruh Indonesia maupun dari Mancanegara, termasuk antusiasmenya memeriahkan setiap event yang dilangsungkan di Kabupaten Wajo.
“Kami juga selaku tuan rumah, memohon maaf yang setulus tulusnya, bilamana selama dalam event ini terdapat kekurangan dan ketidakpuasan dalam pelayanan kami, yang pasti, ikhtiar yang maksimal sudah kami lakukan demi kenyamanan dan kelancaran para tamu dan kafilah yang datang dan hadir di wilayah kami. Kepada peserta dan kafilah yang meraih Juara, kami ucapkan selamat dan yang belum, semoga menjadi motifasi agar lebih baik lagi kedepannya, termasuk Kafilah propinsi Sulsel,” ucap Ali Yafid. (jun/D)

