Site icon Berita Kota Makassar

Andi Pahlevi Serap Aspirasi Warga Soal Drainase dan Bantuan Sosial Saat Reses di Bontoala

MAKASSAR, BKM.COM— Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, melaksanakan reses pertama masa sidang pertama tahun anggaran 2025/2026 di tiga titik wilayah Kecamatan Bontoala, Senin (13/10/2025). Kegiatan yang dimulai di beberapa lokasi di Kelurahan Parang Layang dan Kelurahan Layang, masing-masing di Jalan Bandang IV, serta Lorong 144 dan 148A Jalan Tinumbu.

Dalam kegiatan reses tersebut, dua persoalan utama yang disampaikan warga adalah masalah drainase dan penyaluran bantuan sosial (bansos). Warga mengeluhkan kondisi drainase di sejumlah lorong yang sudah dangkal dan tersumbat, menyebabkan genangan air setiap kali hujan turun. Air bahkan sering meluap ke halaman rumah dan jalan lingkungan.
“Kalau hujan sedikit saja, air langsung meluap karena salurannya tidak jalan. Kami berharap ada perbaikan sebelum musim hujan semakin sering,” ujar Ahmad Suaib salah seorang warga Parang Layang di sela kegiatan reses.

Selain drainase, warga juga menyoroti bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran. Masih banyak warga kurang mampu yang belum terdata dalam penerima bantuan dari pemerintah.
“Banyak keluarga yang layak dibantu tapi belum pernah mendapat bantuan apa pun. Kami berharap pemerintah bisa turun langsung melakukan pendataan ulang,” keluh seorang warga Layang.

Menanggapi keluhan warga, Andi Pahlevi berjanji akan memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut melalui rapat dan koordinasi lintas dinas di DPRD. Ia menegaskan, perbaikan drainase akan segera dikoordinasikan dengan Dinas PU, sedangkan penyaluran bantuan sosial akan dikomunikasikan dengan Dinas Sosial agar lebih merata dan tepat sasaran.
“Kita akan tindak lanjuti semua aspirasi ini. Drainase yang tersumbat harus segera dibenahi karena musim hujan sudah dekat. Begitu pula soal bansos, jangan sampai warga yang betul-betul membutuhkan justru tidak terdata,” tegas legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Ketua Komisi A DPRD Makassar ini juga mengingatkan pentingnya gotong royong dan kepedulian lingkungan sebagai langkah awal dalam mengatasi persoalan drainase dan kebersihan lorong.
“Drainase akan berfungsi baik kalau kita sama-sama jaga. Jangan buang sampah ke saluran air, dan mari hidupkan lagi semangat gotong royong warga,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan reses seperti ini terus menjadi jembatan komunikasi antara warga dan wakil rakyat, agar setiap keluhan masyarakat bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti.
“Reses ini bukan sekadar seremonial, tapi ruang bagi warga untuk bicara dan bagi kami untuk mendengar. Semua aspirasi yang masuk akan kami kawal sampai terealisasi,” tutupnya. (Ita)

Exit mobile version