GOWA, BKM — Kini lapangan kerja terbuka lebar di depan mata. ASIA Transportasi Online yang berkantor induk di Kabupaten Gowa tepatnya di Jl poros jembatan kembar Pallangga membuka seluas-luasnya kesempatan bergabung menjadi driver bagi masyarakat Gowa dan sekitarnya.
Meski saat ini driver ASIA masih di angka hampir 800-an orang, namun peluang bertambah makin kencang karena bergabung sebagai driver di ASIA begitu banyak kemudahan dan fasilitas menyejukkan bagi para driver baik ojol, kurir, ojek car, ojek food dan lainnya.
Salah satunya adalah memfasilitasi semua driver dengan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga jaminan sosial kematian. Itu diperuntukkan bagi para driver. Hal itu dibenarkan Direktur Utama ASIA Transportasi Online Ronald bersama Direktur Keuangan Ratnawati.
Saat dikonfirmasi pada Senin (13/10), Ronald menyebutkan salah satu fasilitas yang diberikan kepada para driver ASIA adalah BPJS Ketenagakerjaan. Dari tiga produknya, pihaknya baru menanggung dua jaminan yang ditanggung perusahaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM).
”Untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh driver kami tanggung ada dua jenis. Yakni kecelakaan kerja dan kematian. Ini ditanggung perusahaan. Para driver tidak usah pikirkan itu karena sudah menjadi tanggung jawab perusahaan. Driver bekerja saja dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Jadi driver ini gratis BPJSnya (kecuali BPJS Kesehatan), ASIA yang bayar. Yang perlu diketahui masyarakat bahwa ASIA Transportasi Online ini bekerja berlandaskan syariah. Dan harga kami untuk masyarakat customer sangat murah atau sangat terjangkau. Sebab pangsa pasar kita memang menengah ke bawah. Sangat bersahabat dengan kantong anak sekolah, anak kuliahan dan pekerja,” kata Ronald.
Dikatakan Ronald, saat ini pihaknya masih mempersiapkan launching sambil membuka perekrutan driver. Menurut Ronald, targetnya untuk Sulawesi Selatan 10.000 driver dengan daerah layanan Gowa, Makassar, dan Maros.
Menurut Ronald, hingga kini orderan masuk sangat lancar. Hanya saja masih terbatas driver. Sehingga pelayanan terbatas. Namun Ronald optimis ke depan pelayanan orderan akan normal lancar karena driver semakin bertambah.
”Mungkin ada juga beberapa orderan batal. Kita harap maklum karena masih kurangnya driver. Dan itu saya sadari karena masih baru. Insya Allah setelah launching kami akan lebih maksimal kerja merekrut mitra driver sebanyak-banyaknya agar orden-orderan itu sudah bisa diatasi driver kami. Kami akan terus merekrut mitra food dan mitra driver sebanyak-banyaknya,” kata Ronald.
Ronald pun bersyukur, sampai saat ini belum pernah ada aduan berat karena pelayanan ataupun lainnya. ”Insya Allah layanan kami amanah. Sebab kami memang melakukan cara syariah. Dan sangat menjaga keamanan barang orderan customer khususnya layanan kurir dan lainnya. Kami dari pihak ASIA pada umumnya para pendiri itu mengontrol setiap orderan sehingga jika terjadi aduan maka kami bisa langsung tindaki. Namun alhamdulillah sampai kini blum ada aduan,” kata Ronald.
Direktur Keuangan, Ratnawati, menjelaskan, untuk saat ini perusahaan baru menanggung dua produk. Yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
”Iya untuk sementara baru dua dulu yang kita laksanakan. Satunya lagi nanti diproses jika sudah lancar operasional. Jadi untuk sementara kita baru siapkan BPJS ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Khusus BPJS kesehatan kami tidak siapkan, sebab semua driver sudah memiliki (secara mandiri). Tidak boleh double,” jelas Ratnawati.
Salah satu driver yang juga marketing ASIA, Sandra Wewen Erpinarika (44) mengatakan, selama ini tidak ada masalah. Kalaupun ada itu hanya trouble karena motor yang masih kurang.
”Saya bekerja di ASIA siap lahir batin. Motto saya bekerja telaten, amanah dan menjaga kepercayaan customer. Dan saya mengajak rekan-rekan sesama driver untuk bekerja jujur, ikhlas dan menjaga kepercayaan,” kata ibu dari satu anak.
Sandra berdarah Jawa namun sudah menetap di Gowa sejak 1998 ini mengaku senang bekerja mandiri. Bukan menyaingi suami tapi membantu suami (karyawan pabrik) mencari nafkah untuk keluarga. (sar)
