MAKASSAR, BKM — Industri semen di Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir sedang menghadapi tantangan cukup kompleks. Salah satunya bagaimana mempersatukan seluruh serikat pekerja yang ada di perusahaan industri semen.
”Ini tentu menjadi tantangan federasi bagaimana mempersatukan seluruh serikat pekerja khususnya yang ada di industri semen,” kata Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, saat menyampaikan sambutan pembukaan Kongres VII Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Seluruh Indonesia (FSP-ISSI), di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat, 10 Oktober 2025.
Anis mengatakan, mungkin sama-sama sudah mengetahui bagaimana tantangan yang dihadapi industri semen saat ini. Hampir dalam tiga tahun terakhir demand selalu dalam kondisi minus.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut tentu akan membawa dampak cukup besar. Tidak saja pada industrinya tapi juga kepada pekerkanya.
”Federasi bukan hanya memikirkan pekerjanya. Tapi bagaimana mencari ide-ide bagaimana konsumsi semen ini bisa tetap berkembang di dalam negeri,” pesan Anis.
Sementara itu, Ketua Umum FSP-ISSI, Faisal Arif, menyampaikan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk merangkul dan mengembankan federasi dan serikat pekerja yang ada di Semen Indonesia Group, Indocement Group, Grobokan.
”Ke depan kita akan merangkul manajemen industri semen yang ada di tanah air. Menjadi mitra setara dan strategis dengan tujuan agar kami-kami yang ada di serikat pekerja bisa menjadi wakil untuk penyampai aspirasi karyawan. Kami tidak hanya menuntut, tapi akan mengupayakan semaksimal mungkin agar karyawan ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas industri semen kita,” kata Faisal Arif.
FSP-ISSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat solidaritas buruh industri semen serta memperjuangkan hubungan industrial yang adil da berkeadilan.
FSP-ISSI menggelar kongres VII di Makassar pada 10-12 Oktober 2025. Kongres ini dibuka secara resmi Direktur Utama PT Semen Tonasa dengan pemukulan gong.
Turut hadir dalam prosesi pembukan ini masing-masing Presiden KSPI, Said Iqbal, Ketua Industri ALL Indonesia Council, Iwan Kusmawan, dan Ketua Umum FSP-ISSI periode 2025-2029, Faisal Arif. (mir)
