MAKASSAR, BKM— Program Makanan Bergizi Siap Saji (MBG) yang dijalankan Badan Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Nasional (BKKBN) menuai perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Program yang selama ini dikenal menyasar anak-anak sekolah, ternyata juga telah diperluas untuk kelompok rentan seperti ibu hamil (Bu Mil), ibu menyusui (Bu Sui), dan bayi di bawah dua tahun (Ba Duta).
Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, dr Fahrizal Arrahman Husain menilai, inovasi ini merupakan langkah positif dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di beberapa wilayah kota.
”Program MBG yang dibawa BKKBN ini ternyata sudah berjalan sekitar empat bulan di Makassar. Awalnya diluncurkan di Balaparang, dengan penerima sekitar 280 orang setiap hari. Sayangnya, program ini belum banyak diketahui masyarakat,” ungkapnya, Selasa (14/10).
Menurutnya, program MBG untuk kelompok Bu Mil, Bu Sui, dan Ba Duta (B3) sangat strategis karena menyentuh kelompok yang paling rentan terhadap kekurangan gizi. “Ini sangat berguna untuk mencegah stunting sejak dini. Ibu hamil dan menyusui harus mendapat perhatian gizi yang cukup, karena itu berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia menilai, selama ini perhatian publik lebih tertuju pada program MBG untuk siswa PAUD hingga SMP, sementara program serupa yang dijalankan DKKBN belum banyak terekspos. Padahal, dampak sosialnya tidak kalah besar.
”Saya baru tahu ada program ini, dan seharusnya bisa lebih viral seperti MBG untuk anak sekolah. Masyarakat perlu tahu agar bisa ikut mengawasi dan berpartisipasi,” katanya.
Selain mendorong sosialisasi yang lebih luas, ia juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DP2KB) Kota Makassar agar lebih aktif berkoordinasi dengan BKKBN dan pemerintah provinsi.
”Jangan sampai program seperti ini berjalan tanpa sinergi dengan dinas terkait. Padahal perannya penting untuk memastikan bantuan gizi tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, legislator PKB ini juga berharap agar pemerintah kota tidak mengurangi alokasi anggaran untuk program peningkatan gizi masyarakat.
”Program seperti ini sudah ada sejak tujuh tahun lalu, dan terbukti membantu banyak keluarga. Jadi jangan sampai dikurangi anggarannya, malah harus diperluas ke semua kelurahan di Makassar,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan agar program MBG ini bisa menjadi gerakan bersama lintas instansi dan masyarakat.
”Harapan saya, program MBG untuk ibu dan bayi ini bisa menjangkau seluruh titik kelurahan, karena banyak ibu-ibu yang membutuhkan bantuan makanan bergizi seperti ini. Kalau dijalankan dengan baik, ini bisa jadi langkah nyata menekan angka stunting di Makassar,” tuturnya. (Ita)

