BeritaKotaMakassar.Com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait dana APBD yang disebut mengendap di perbankan. Purbaya menegaskan data yang dimilikinya berbeda, yakni berdasarkan laporan resmi Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri.
Purbaya menyarankan Dedi untuk mengecek ulang datanya, karena bisa saja ada kesalahan dari stafnya. “Tanya aja ke bank sentral. Itu kan data dari sana. Harusnya dia cari, kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia,” ujar Purbaya, Rabu (21/10).
Menteri Keuangan itu menambahkan, data yang dimilikinya mirip dengan laporan perbankan nasional, termasuk saat berdiskusi dengan Kemendagri. “Waktu pagi Pak Tito menjelaskan data di perbankan, angkanya mirip kok,” jelas Purbaya.
Purbaya juga mempertanyakan cakupan data Dedi Mulyadi yang menurutnya hanya mengetahui kondisi perbankan di Jawa Barat. Sedangkan data Purbaya berasal dari laporan rutin seluruh bank di Indonesia. “Pak Dedi tau semua bank? Kan dia hanya tahu Jabar aja,” kata Purbaya.
Gubernur Jawa Barat sendiri membantah pernyataan tersebut. Lewat Instagram @dedimulyadi71, Dedi memaparkan kas daerah Jabar hanya Rp 2,38 triliun, jauh di bawah Rp 4,1 triliun yang disebut Purbaya. Ia juga mengaku telah mengecek langsung ke Bank Jawa Barat dan stafnya.
Purbaya menekankan pentingnya verifikasi data secara menyeluruh. Menurutnya, Pemerintah Pusat pun selalu melakukan cross-check terhadap laporan keuangan. “Even data pemerintah pusat orang saya juga enggak percaya segitu. Saya masih suruh periksa lagi. Itu uang apa sebetulnya,” tutup Purbaya.(jp)
