Site icon Berita Kota Makassar

Harap Warga yang Telah Ikuti P2P Bisa Jadi Pelopor Pengawasan Partisipatif

GOWA, BKM–Sejak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Dalam Jaringan (P2P Daring) pada Kamis (23/10) lalu, kini diharapkan 40 orang warga Gowa yang menjadi peserta pada kickoff P2P tersebut mampu mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya di tengah masyarakat.
Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan salah satu program strategis Bawaslu RI yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara partisipatif.

Melalui P2P ini, Bawaslu berupaya membentuk pusat pendidikan dan pengembangan kapasitas pengawasan yang berkesinambungan, mencetak kader pengawas partisipatif, memperkuat jaringan komunitas masyarakat sipil serta meningkatkan efektivitas pengawasan Pemilu di berbagai tingkatan.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Gowa, Juanto menegaskan pentingnya program ini dipahami oleh masyarakat.
Juanto pun mengaku salut karena ketika kegiatan P2P dilakukan di kantor Bawaslu Gowa pada Kamis malam lalu, antusiasme masyarakat Gowa ikut didalamnya.
Tercatat sebanyak 40 peserta terpilih dari Kabupaten Gowa mengikuti P2P tersebut melalui kanal Youtube resmi Bawaslu RI.
“Tingginya minat masyarakat untuk bergabung dalam program ini membuat jumlah pendaftar jauh melampaui kuota yang tersedia. Tentunya, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bawaslu RI untuk menambah kuota peserta pada tahun berikutnya agar semakin banyak masyarakat yang bisa berpartisipasi, ” jelas Juanto, Minggu (26/10).

Dikatakannya, saat berlangsung P2P Daring tersebut, para peserta mengikuti prosesi awal hingga akhir. Mulai dari pembukaan, kemudian peserta mengikuti berbagai tahapan kegiatan seperti pengkajian materi dan video pembelajaran, refleksi terhadap pelaksanaan Pemilu 2024, diskusi bersama narasumber dan fasilitator dan menyusun rekomendasi penguatan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
“Program ini menekankan pentingnya rencana tindak lanjut (RTL) sebagai bagian dari komitmen peserta setelah mengikuti rangkaian pendidikan. Dan melalui RTL ini, peserta tidak hanya berhenti pada tahap pembelajaran tapi diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya di lingkungan masing-masing. Mereka didorong untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif di tingkat desa, komunitas maupun lembaga pendidikan serta membangun jejaring bersama masyarakat untuk terus mengawal proses demokrasi, ” papar Juanto.

Dikatakannya, semangat pengawasan tidak hanya muncul saat tahapan Pemilu berlangsung, tapi juga tumbuh menjadi gerakan sadar politik dan pengawasan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Kami (Bawaslu) tentu berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tugas lembaga pengawas tapi adalah tanggung jawab bersama. Saat P2P berlangsung kemarin, jumlah peminat tinggi dan kami akan pantau terus prosesnya. Ini penting, agar partisipasi aktif warga dapat mewujudkan Pemilu jujur sebagai bagian dari budaya demokrasi yang semakin matang di Kabupaten Gowa, ” jelas Juanto. (sar/rif)

Exit mobile version