Site icon Berita Kota Makassar

Rahman Pina dan Andi Ina Kartika Melayat ke Rumah Zisra Aziz

MAKASSAR, BKM–Dua politisi Partai Golkar yakni Rahman Pina yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Andi Ina Kartika Sari yang tak lain adalah Bupati Barru melayat kerumah duka mantan penyelenggara Pemilu di Sulawesi Selatan. Dr St Nusra Azis, Minggu (26/10).
Rahman Pina yang juga Plt Ketua DPD II Golkar Barru bertemu dengan Andi Ina Kartika yang masih menjabat bendahara DPD I Golkar Sulsel bertemu secara kebetulan kediaman almarhumah.
Nusra sosok perempuan tangguh yang pernah mengabdi sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, berpulang untuk selamanya, Minggu (26/10) pagi, pukul 09.30 WITA di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Kabar kepergiannya disampaikan oleh iparnya, Zubir.
“Iye, beliau meninggal tadi jam setengah sepuluh pagi,” ujarnya lirih.
Sebelum dirujuk ke RS Wahidin, almarhumah sempat dirawat di RS KH Hayyung, Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Kemarin baru dibawa dari Selayar ke Makassar, Sabtu sore,” tambahnya.

Jenazah Dr Nusra Azis disemayamkan di rumah duka di Makassar dan malamnya dibawa kembali ke tanah kelahirannya di Selayar untuk dimakamkan, Senin (27/10) hari ini.
Menurut keluarga, almarhumah sudah lama berjuang melawan penyakit serius.
“Dokter bilang ada gejala kanker di bagian rahim dan ditemukan cairan di rongga perut,” ungkap Zubir.
Dr St Nusra Azis dikenal luas sebagai sosok yang bersahaja, cerdas, dan berdedikasi tinggi terhadap dunia kepemiluan.
Ia selalu tampil sederhana, namun tegas dalam menjaga integritas pemilu di Sulawesi Selatan.

Rekan-rekannya mengenang sosok Nusra sebagai perempuan yang tak hanya memperjuangkan demokrasi, tapi juga menginspirasi banyak generasi muda, terutama perempuan, untuk berani berkiprah di ruang publik.
Perjalanan hidupnya penuh pengabdian. Lahir di Ujung, 18 Februari 1977, Nusra menempuh pendidikan di bidang pertanian hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin pada 2017.
Ia mengawali karier publiknya sebagai anggota KPU Kabupaten Selayar periode 2003–2008, lalu dipercaya menjadi anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan hingga 2013.
Selain itu, ia aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pernah menjadi Direktur Eksekutif FOKUS Pemilu, fasilitator BRIDGE, hingga Tenaga Ahli DPR RI.
Di lingkungan akademik dan sosial, Nusra juga dikenal lewat kiprahnya di HMI dan KAHMI, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Selayar dan Makassar.

Dr St Nusra Azis meninggalkan seorang suami, Zulfinas Indra, serta kedua orang tuanya, Abd Azis Munri dan Hj Nadira.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia kepemiluan dan pendidikan politik di Sulawesi Selatan, seorang perempuan yang menyalakan semangat integritas dalam setiap langkah pengabdiannya. (jun/rif)

Exit mobile version